"Ini pencapaian US$ 200 miliar dalam ekspor oleh Indonesia saat ini mungkin menjadi pencapaian yang spektakuler. Tapi ke depan, kita harus peka terhadap kemungkinan bahwa angka tersebut akan sulit dipertahankan," kata Mendag Gita Wirjawan saat rapat dengan Komisi VI DPR RI, Senayan, Senin (24/10/2011).
Gita mengatakan, kondisi global saat ini menunjukkan gejala resesi ekonomi dunia. Diprediksikan secara empiris dan kuantitatif akan terjadi kekacauan ekonomi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, China sebagai negara besar yang memiliki perekonomian besar akan terkena imbas akibat demand shock tersebut. "Akan ada bubble karena inflasi, oleh karena kenaikan harga mencakup real estate, infrastruktur dan segalanya, ini kalau pecah akan terjadi deklinasi demand tersebut terhadap barang dan jasa yang diproduksi di manapun, termasuk Indonesia," ulangnya.
"Pesan Presiden kepada saya, sederhana, untuk menjaga laju ekspor ke depan. Buat juga pengembangan, dan pembuahan pemikiran dan kebijakan yang bisa membuahkan keseimbangan dan keadilan dalam cara berdagang kita dengan siapapun, dan kedua untuk meningkatkan dan memperkuat pasar domestik kita," lanjutnya.
(nrs/hen)










































