Hal ini disampaikan olehnya ketika ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (25/10/2011).
"Kita harus lihat kondisi pasar ke depan di 2012. Terutama yang terkait di Eropa dan juga Amerika Serikat. Kemungkinan secara futures, akan ada pelelamahan beberapa komoditi untuk ekspor," ungkap Bayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua andalan ekspor kita itu, harus kita waspadai. Sekarang kita cermati kemungkinan pelemahan. Saya belum tau koreksinya, kita belum tahu. Tapi akan kita cermati berdasarkan pasar global. Intinya, kita cermati lagi, sekarang kan belum ada pelemahan, tapi futures-nya ada kemungkinan pelemahan," katanya.
Dilihat dari perkembangan harga pada situasi pasar global, ekonomi dunia akan semakin berat. Pada bulan September 2011, IMF masih mematok pertumbuhan dunia sebesar 4%. Lalu untuk pertama kalinya mereka membuat prediksi yang lebih kecil dari 4%, yakni 3,9%. Hal tersebut merupakan perkiraan untuk tahun 2011 dan 2012.
"Beberapa negara utama yang kita sebut sebagai tujuan ekspor utama, yakni Amerika Serikat, Eropa, atau Jepang belum menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Ekonomi mereka situasinya masih berat, dan akan tertekan, terutama akibat perkembangan situasi di Eropa. Dalam konteks menjaga ekspor ini, Kementerian Perdagangan akan mencoba melakukan diversifikasi baik dalam sasaran dan jenis produk yang kita ekspor," lanjutnya.
(nrs/hen)











































