Setiap Hari, PLN Riau Padamkan Listrik Bergilir 24 Jam

Setiap Hari, PLN Riau Padamkan Listrik Bergilir 24 Jam

- detikFinance
Selasa, 13 Jul 2004 17:12 WIB
Pekanbaru - Konsumen PLN di Pekanbaru patut kecewa akibat pemadaman arus listrik yang tak kunjung teratasi. Kalau sebelumnya arus listrik hanya padam bergilir selama 6 jam per hari, kini frekuensinya meningkat menjadi 24 jam setiap hari.Deputi Manajer Komunikasi PLN Cabang Riau, Delvis Bustami, membenarkan adanya pemadaman selama 24 jam itu saat dihubungi detikcom melalui telepon di Pekanbaru, Selasa (13/07/2004). Menurutnya, krisis listrik yang kian parah ini diakibatkan rusaknya dua turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin Sumatera Barat yang memiliki daya 200 megawatt (MW).Kedua turbin PLTU Ombilin rusak sejak Senin (12/7/2004) petang kemarin. Hal itu mengakibatkan seluruh jaringan PLN interkoneksitas Sumatera Barat, Riau dan Jambi mengalami kekurangan daya listrik."Kondisi yang paling parah terjadi di Pekanbaru. Dua turbin yang rusak itu mengakibatkan Riau mengalami kekurangan 70 megawatt atau meningkat 30 megawatt dari sebelumnya. Dengan demikian arus listrik mati selama 24 jam untuk wilayah Pekanbaru," kata Delvis.Ia menjelaskan, dengan kekurangan 70 megawatt itu, akibatnya PLN hanya mampu menyuplai arus listrik sebanyak 25 persen untuk 200 ribu pelanggan. Kekurangan daya ini memaksa pihak PLN untuk mematikan arus listrik selama 24 jam secara bergiliran.Pemadaman listrik ini dibagi dalam tiga tahapan yakni pada pukul 18.00-24.00 WIB dan pukul 00.00-07.00 WIB. Sedangkan pada siang hari waktu pemadamannya lebih panjang yakni mulai pukul 07.00-18.00 WIB."Kondisi saat ini sudah pada tahap yang mengkhawatirkan. Kami sendiri juga bingung untuk membagi arus listrik yang tersisa saat ini. Dengan sangat terpaksa, pemadaman selama 11 jam kami lakukan mulai pagi hingga sore hari," ujar Delvis.Ia menjelaskan, kondisi pemadaman selama 24 jam ini paling tidak akan berjalan dalam dua pekan ke depan. Tentunya dengan harapan kedua turbin PLTU Ombilin bisa diberbaiki selama 2 pekan. Bila dalam dua pekan tidak berhasil diperbaiki, maka pemadaman listrik selama 24 jam akan tetap berjalan. "Kita harapkan, selama dua pekan ini kedua turbin itu bisa diselesaikan," katanya.Selain kondisi PLTU Ombilin, menurut Delvis, kekurangan daya listrik ini juga diakibatkan menurunnya debit air di PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau. Permukaan air di waduk itu terus menurun seiring tidak turunnya hujan, padahal PLN sempat mencoba membuat hujan buatan.Namun hujan buatan kurang efektif. Sebabnya, kata Delvis, hujan yang terjadi justru di bagian hilir waduk. Kalau pun hujan buatan itu di bagian hulu, air hujan justru jatuh tercurah di wilayah yang kurang daya resapan airnya. "Hujan buatan tidak dapat memberikan pengaruh yang signifikan untuk mengatasi debit air di PLTA Koto Panjang," demikian Delvis Bustami. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads