LMS Pede Dapat Pinjaman Rp 8 Triliun Garap Tol Cikampek

LMS Pede Dapat Pinjaman Rp 8 Triliun Garap Tol Cikampek

- detikFinance
Kamis, 27 Okt 2011 13:49 WIB
LMS Pede Dapat Pinjaman Rp 8 Triliun Garap Tol Cikampek
Jakarta - PT Lintas Marga Sedaya (LMS), pemegang konsesi jalan tol Cikampek-Palimanan percaya diri mendapatkan pinjaman Rp 8 triliun dari konsorsium perbankan. Dana ini untuk melengkapi 70% investasi di jalan Cikampek-Palimanan.

Demikian disampaikan Presiden Direktur LMS, Muhammad Fadzil bin Abdul Hamid, usai MoU amandeman PPJT Cikampek-Palimanan di kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis (27/10/2011).

"Bentuknya akan konsorsium perbankan. 70% akan didanani dari perbankan. Kita sedang usahakan, dan sebelum Maret 2012 sudah deal," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadzil menerangkan, Bank Mandiri dan Bank Central Asia (BCA) menjadi pemimpin atas konsorsium ini. Anggota konsorsium tidak hanya perbankan lokal, asingpun be minat dalam pendanaan tol Cikampek-Palimanan ini.

"Kira-kira ada 10 bank, ada dalam dan luar negeri. Kami juga sedang negoisasi dengan perbankan swasta Malaysia," tambahnya.

PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku pemegang konsesi, dinilai mampu memenuhi ekuitas sekitar 30% dari total investasi proyek tol ini. Tol Cikampek-Palimanan juga memenuhi kelayakan FIRR on Equity 17,86%pp dan masa konsesi 35 tahun sejak tanggal penandatanganan.

Total investasi jalan tol Cikampek-Palimanan Rp 12,562 triliun. Sekitar Rp 550 miliar akan habis untuk biaya pembebasan lahan, sisanya Rp 7,67 triliun merupakan biaya konstruksi yang rencananya akan terlaksana di Februari 2012 dan tuntas di Juli 2014. Artinya tol sepanjang 116,75 km ini harus selesai pembangunannya dalam 30 bulan dan dapat beroperasi Agustus 2014.

LMS merupakan perusahaan patungan dengan kepemilikan perusahaan Malaysia, Plus Expressways Berhad (55%), dan PT Baskhara Utama Sedaya (45%).

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads