Listrik di Sumbar, Riau & Jambi akan Padam Lebih Lama

Listrik di Sumbar, Riau & Jambi akan Padam Lebih Lama

- detikFinance
Selasa, 13 Jul 2004 17:29 WIB
Padang - Dua unit turbin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin yang berkapasitas maksimal 140 megawatt (MW) rusak total. Akibatnya, daerah Sumatera Barat (Sumbar), Riau dan Jambi dipastikan akan mengalami pemadaman listrik secara bergiliran.Bila sebelumnya, sejak Juni 2004, pemadaman listrik di tiga daerah tersebut berlangsung selama 3 jam per hari, sejak rusaknya 2 PLTU tersebut, pemadaman kemungkinan akan berlangsung lebih lama. Hal itu disampaikan Deputi Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sumbar, Yusman Rajo Mudo, ketika dihubungi detikcom, Selasa (13/7/2004).Pemadaman di tiga daerah itu terpaksa dilakukan karena pembangkit yang tersedia tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik. "Di siang hari, kita hanya menghidupkan satu dari empat turbin di PLTA Maninjau, dua dari empat turbin di PLTA Singkarak dan dua dari tiga turbin di PLTA Koto Panjang," ungkap Yusman.Dikatakan Yusman, kebijakan itu dilakukan agar pembangkit yang tersedia dapat beroperasi optimal di malam hari. Namun, operasi maksimal PLTA Maninjau dengan kapasitas 68 MW, PLTA Singkarak 175 MW, serta PLTA Koto Panjang 114 MW di malam hari, tetap belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik. Sementara, 2 unit turbin PLTU Ombilin mengalami kerusakan total.Lebih lanjut, Yusman mengatakan, pihak PLN kini sedang menyelidiki kerusakan di PLTU tersebut. Selain itu, PLN juga sudah bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk membuat hujan buatan di Danau Maninjau dan Danau Singkarak.Upaya hujan buatan sudah dimulai sejak 7 Juli lalu dengan menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara. Hujan memang sempat turun, tapi belum banyak membantu untuk menaikkan permukaan air danau. Ditambahkan, saat ini debit air Danau Maninjau hanya 463,00 meter di atas permukaan laut (dpl), Danau Singkarak 363,48 dpl dan Waduk Koto Panjang 78,30 dpl."Dengan ketinggian air itu, kita harus hemat di siang hari agar dapat mengoptimalkan operasional turbin di malam hari. Pasokan listrik untuk Sumbar kini kurang 53 MW, Riau 40 MW dan Jambi 11 MW. Untuk Sumbar, pemadaman bergilir diperkirakan akan lebih lama dari sebelumnya," papar Yusman. (ani/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads