Rapat Banggar DPR bersama Agus Marto pada Kamis malam (27/10/2011) sempat molor dua setengah jam karena ada lobi Banggar dan pemerintah soal penurunan DAK ini. Rapat yang dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB jadi dimulai sekitar pukul 22.30 WIB karena persoalan DAK tadi.
Anggota Banggar Laurens Dahang Dama mengatakan pemerintah tidak bisa memberikan argumen dan penilaian jelas mengapa DAK 223 kabupaten/kota diturunkan tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya saat rapat dimulai usai lobi, Agus Marto meminta Dirjen Perimbangan Keuangan Marwanto. H menjelaskan penurunan DAK ini.
Marwanto mengatakan daerah yang diturunkan DAK-nya adalah daerah yang kekuatan fiskal atau keuangannya meningkat berdasarkan perhitungan data di 2010.
Beberapa anggota Banggar masih belum menerima alasan tersebut hingga rapat berlangsung pukul 12.30 WIB dini hari baru ditemui kesepakatan dengan angka yang sama.
Untuk 2012 ada 223 kabupaten/kota dan 14 provinsi yang turun DAK-nya. Sementara yang naik ada 18 provinsi dan 265 kabupaten kota. Sisanya 1 provinsi dan 3 kabupaten tidak dapat DAK.
Total DAK ini adalah Rp 26,1 triliun, naik dari tahun lalu Rp 25,2 triliun. Dana DAK tersebut merupakan bagian dari dana transfer ke daerah yang jumlahnya sekitar Rp 470 triliun tahun depan.
Namun pemerintah dan Banggar belum membuka daerah-daerah mana saja yang DAK-nya naik dan mana yang turun, serta tidak mendapatkan DAK. Ketika DAK disetujui, akhirnya semua asumsi dan postur RAPBN 2012 diketok Banggar.
Pada hari ini, Jumat (28/10/2011) RAPBN 2012 rencananya akan disahkan dalam rapat paripurna DPR.
DAK adalah dana yang diperuntukkan untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan nasional yang tersebar di daerah.
Alokasi DAK digunakan untuk bidang pendidikan, DAK kesehatan, infrastruktur jalan, infrastruktur irigasi, infrastruktur kelautan dan perikanan, serta infrastruktur pertanian.
(dnl/qom)










































