"PMN untuk BUMN strategis telah disahkan sebesar Rp 3 triliun dan tambahan PMN kepada Perum Askrindo dan Jamkrindo senilai Rp 2 triliun," ungkap Pimpinan Komisi VI Aria Bima di Gedung DPR, Senayan, Kamis Malam (27/10/2011).
Aria memaparkan BUMN strategis tersebut terdiri dari PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT Industri Kapal Indonesia (IKI), PT Pindad, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Garam dan PT Kertas Leces.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- PT Dirgantara Indonesia Rp 1 triliun
- PT PAL Rp 600 miliar
- PT Pindad 300 miliar
- PT Dirgantara Indonesia (tahap II) Rp 400 miliar
- PT Industri Kapal Indonesia Rp 200 miliar
- PT Merpati Nusantara Airlines Rp 200 miliar
- PT Garam Rp 100 miliar
- PT Kertas Leces Rp 200 miliar
- Perum Jamkrindo Rp 1 triliun
- Perum Askrindo Rp 1 triliun
Ditempat yang sama Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan tambahan dana tersebut diharapkan bisa membuat BUMN strategis dapat terus berkembang dan sehat.
"Kita berharap dengan rencana kerja yang jelas BUMN tersebut bisa terus berkembang," tuturnya.
Berdasarkan hasil kajian PT PPA khusus untuk PT Dirgantara Indonesia, Dahlan memaparkan sesuai rencana bisnis, kebutuhan dana segar ini nantinya untuk restrukturisasi dan revitalisasi. Rincian penggunaan dana untuk PT DI adalah sebesar Rp 2,055 triliun yang digunakan untuk investasi Rp 707 miliar, modal kerja Rp 674 miliar dan pelunasan pinjaman dana restrukturisasi dan revitalisasi Rp 675 miliar.
"Namun dengan pertimbangan dan keterbatasan dana yang tersedia berdasarkan surat Menkeu maka PT DI diberikan tambahan PMN di 2012 sebesar Rp 1 triliun dan tambahan Rp 400 miliar," terang Dahlan.
Untuk BUMN lain, Dahlan berharap kedepan perusahaan plat merah tersebut dapat mendorong pengembangan terkait dengan pertahanan dan keamanan negara, penyediaan alutsista, pelayanan masyarakat, penerbangan perintis serta buffer stock dan stabilisasi harga bagi petani garam.
(dru/qom)











































