Banjir Parah, Thailand Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Banjir Parah, Thailand Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

- detikFinance
Jumat, 28 Okt 2011 18:01 WIB
Bangkok - Banjir terburuk dalam 1 dekade terakhir telah memukul industri dan sektor pertanian di Thailand. Otoritas Bank Sentral Thailand akhirnya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi karena besarnya dampak banjir tersebut.

Bank Sentral Thailand memperkirakan perekonomian negara tersebut hanya akan tumbuh 2,6% pada 2011, turun jauh dibandingkan proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,1%.

Untuk 2012, Bank Sentral Thailand memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,1% seiring membaiknya permintaan domestik yang bisa menutup turunnya ekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain merevisi angka pertumbuhan ekonomi, Bank Sentral Thailand juga memangkas proyeksi inflasi untuk 2011 dari 3,9% menjadi 3,8%. Namun untuk inflasi inti masih tetap 2,4%.

"Meluasnya banjir, dan sekarang berdampak tidak hanya pada produksi pertanian tapi juga aktivitas pabrik, sepertinya akan mengurangi pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat secara substansial," demikian pernyataan dari Bank Sentral Thailand seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/10/2011).

Asisten Gubernur Bank Sentral Thailand Paiboon Kittisrikangwan mengatakan, pihaknya kemungkinan menurunkan lagi proyeksinya jika situasi memburuk, terutama jika di dalam Bangkok juga kena banjir.

Menurut Bank Sentral Thailand, banjir yang sudah berlangsung selama 3 bulan di Thailand telah mengganggu aktivitas ekonomi dan melumpuhkan permintaan domestik, sementara kondisi perekonomian global diprediksi akan memperlemah ekspor.

Banjir yang melanda Thailand telah menewaskan lebih dari 370 orang sejak terjadi pada pertengahan Juli lalu. Banjir yang diakibatkan musim hujan yang luar biasa intens itu telah berdampak pada sekitar 2,2 juta jiwa penduduk Thailand. Ini merupakan banjir terbesar di Negeri Gajah Putih itu dalam kurun waktu setengah abad.

Departemen Meteorologi telah mengingatkan penduduk yang tinggal di sepanjang Chao Phraya bisa terkena banjir. Saat ini sebagian besar jalan-jalan di jantung kota Bangkok masih bebas dari banjir. Namun lain halnya dengan daerah-daerah di pinggiran Bangkok yang kini telah terendam banjir.

Hari ini, ribuan warga memilih meninggalkan Bangkok untuk mengantisipasi terjadinya luapan sungai Chao Phraya. Hal itu menyebabkan jalanan di Bangkok macet parah.
(qom/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads