Bank Sentral Thailand memperkirakan perekonomian negara tersebut hanya akan tumbuh 2,6% pada 2011, turun jauh dibandingkan proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,1%.
Untuk 2012, Bank Sentral Thailand memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,1% seiring membaiknya permintaan domestik yang bisa menutup turunnya ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meluasnya banjir, dan sekarang berdampak tidak hanya pada produksi pertanian tapi juga aktivitas pabrik, sepertinya akan mengurangi pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat secara substansial," demikian pernyataan dari Bank Sentral Thailand seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/10/2011).
Asisten Gubernur Bank Sentral Thailand Paiboon Kittisrikangwan mengatakan, pihaknya kemungkinan menurunkan lagi proyeksinya jika situasi memburuk, terutama jika di dalam Bangkok juga kena banjir.
Menurut Bank Sentral Thailand, banjir yang sudah berlangsung selama 3 bulan di Thailand telah mengganggu aktivitas ekonomi dan melumpuhkan permintaan domestik, sementara kondisi perekonomian global diprediksi akan memperlemah ekspor.
Banjir yang melanda Thailand telah menewaskan lebih dari 370 orang sejak terjadi pada pertengahan Juli lalu. Banjir yang diakibatkan musim hujan yang luar biasa intens itu telah berdampak pada sekitar 2,2 juta jiwa penduduk Thailand. Ini merupakan banjir terbesar di Negeri Gajah Putih itu dalam kurun waktu setengah abad.
Departemen Meteorologi telah mengingatkan penduduk yang tinggal di sepanjang Chao Phraya bisa terkena banjir. Saat ini sebagian besar jalan-jalan di jantung kota Bangkok masih bebas dari banjir. Namun lain halnya dengan daerah-daerah di pinggiran Bangkok yang kini telah terendam banjir.
Hari ini, ribuan warga memilih meninggalkan Bangkok untuk mengantisipasi terjadinya luapan sungai Chao Phraya. Hal itu menyebabkan jalanan di Bangkok macet parah.
(qom/dnl)
