"Kita sudah berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, semua untuk ke depan ini kita hati-hati terhadap free trade," ujar Hatta saat ditemui usai acara Arak-Arak dan Bentang 11 Bendera ASEAN di Monas, Jakarta, Minggu (30/10/2011).
Guna menjaga agar perdagangan Indonesia tidak tergerus produk asing akibat FTA, Hatta menegaskan perlunya diberlakukan Comprehensif Economic Partnership Agrement (CEPA). CEPA merupakan insturmen yang mengatur manakala terjadi ketidakseimbangan perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan sistem tersebut, lanjut Hatta, pasar domestik akan tetap terjaga. Meskipun harus diakui, Indonesia pastilah menjadi incaran negara lain karena merupakan pasar yang besar.
"Kita tidak usah melihat bahwa kita akan menjadi pasar, memang pasar kita besar,semua negara mengincar pasar besar indonesia," ujarnya.
Hatta menegaskan keadaan saat ini masih baik di mana perdagangan Indonesia masih mengalami surplus dan masih tumbuhnya kelompok usaha menengah.
"Setiap tahun ada 8-9 juta kelas menengah baru, itu artinya hampir 2,5 kali lipat penduduk Singapura, tiap tahun naik purchasing powernya, ada middle class baru. kalau kita melihat trade of volume danbalance of trade maka masih surplus kita,jadi tidak usah takut berlebihan walaupun saya ingin mengatakan jangan kita gegabah dengan free trade," tandasnya.
(nia/dru)











































