Belajar dari Pengalaman, Pemerintah Mulai Hati-Hati Teken FTA

Belajar dari Pengalaman, Pemerintah Mulai Hati-Hati Teken FTA

- detikFinance
Minggu, 30 Okt 2011 15:40 WIB
Belajar dari Pengalaman, Pemerintah Mulai Hati-Hati Teken FTA
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai saat ini pemerintah harus lebih berhati-hati dalam membuat kontrak dalam klausul Free Trade Agreement (FTA). Pasalnya, belajar dari pengalaman dengan FTA sebelumnya Indonesia tidak dapat berbuat apa-apa jika terjadi ketidakseimbangan perdagangan.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, semua untuk ke depan ini kita hati-hati terhadap free trade," ujar Hatta saat ditemui usai acara Arak-Arak dan Bentang 11 Bendera ASEAN di Monas, Jakarta, Minggu (30/10/2011).

Guna menjaga agar perdagangan Indonesia tidak tergerus produk asing akibat FTA, Hatta menegaskan perlunya diberlakukan Comprehensif Economic Partnership Agrement (CEPA). CEPA merupakan insturmen yang mengatur manakala terjadi ketidakseimbangan perdagangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi bukan kita tidak setuju, tapi menginginkan yang kita sebut CEPA tadi itu, tidak sekadar free trade agreement, kalau free trade saja terjadi ketikbalance-an, kita harus siap early warning system, kalau dia terlalu banyak, bekerja sistem itu untuk menyetop, kita lihat apa yang terjadi, jangan-jangan dumping, permainan, penyelundupan, dan sebagainya," tegasnya.

Dengan sistem tersebut, lanjut Hatta, pasar domestik akan tetap terjaga. Meskipun harus diakui, Indonesia pastilah menjadi incaran negara lain karena merupakan pasar yang besar.

"Kita tidak usah melihat bahwa kita akan menjadi pasar, memang pasar kita besar,semua negara mengincar pasar besar indonesia," ujarnya.

Hatta menegaskan keadaan saat ini masih baik di mana perdagangan Indonesia masih mengalami surplus dan masih tumbuhnya kelompok usaha menengah.

"Setiap tahun ada 8-9 juta kelas menengah baru, itu artinya hampir 2,5 kali lipat penduduk Singapura, tiap tahun naik purchasing powernya, ada middle class baru. kalau kita melihat trade of volume danbalance of trade maka masih surplus kita,jadi tidak usah takut berlebihan walaupun saya ingin mengatakan jangan kita gegabah dengan free trade," tandasnya.


(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads