Pemerintah Terus Banggakan Sukses Kurangi Kemiskinan

Pemerintah Terus Banggakan Sukses Kurangi Kemiskinan

- detikFinance
Minggu, 30 Okt 2011 17:08 WIB
Pemerintah Terus Banggakan Sukses Kurangi Kemiskinan
Jakarta - Pemerintah terus membanggakan jika Indonesia telah berhasil mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi berhasil menciptakan lapangan kerja baru. Seperti untuk tahun 2010, lanjutnya, dari pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen, terdapat 3,3 juta lapangan kerja baru.

Sementara, untuk tahun 2012, Hatta menyatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,7 persen dengan lapangan kerja baru sekitar 550 ribu per 1 persen pertumbuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lapangan pekerjaan di 2012 nyata sekali dana-dana yang kita spendingkan untuk infrastruktur dan program-program meng-create lapangan kerja," ujar Hatta saat ditemui usai acara Arak-Arak dan Bentang 11 Bendera ASEAN di Monas, Jakarta, Minggu (30/10/2011).

Dengan target tersebut, Hatta menegaskan pengagguran bisa ditekan dari 6,89 persen menjadi 6 persen pada tahun depan.

"Artinya lapangan kerja yang tersedia akan terus meningkat, di samping bisa mengatasi tenaga kerja baru tapi juga di existing daripada yang menganggur itu terserap," uajarnya.

Sementara untuk kemiskinan, Hatta menyatakan pemerintah telah berhasil mengurangi penduduk miskin. Hal tersebut terlihat dari berkurangnya penduduk miskin, meskipun penduduk hampir miskin meningkat. Peningkatan tersebut kebanyakan terjadi di pedesaan.

"Masyarakat miskin itu kan jatuh 1 juta, tapi yang hampir miskin menjadi tidak miskin menjadi naik 2 juta sehingga kita mengalami peningkatan atau pengurangan yang miskin itu 1 jutaan dan 90 persen terjadi di pedesaan," ungkapnya.

Hal tersebut, lanjut Hatta menandakan kemampuan pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, teruatama masyarakat di pedesaan.

"Artinya apa? Artinya, memang terjadi pertumbuhan ekonomi di pedesaan, yang tercermin dari kalau kita asumsikan di pedesaan itu mayoritas petani maka menunjukkan bahwa nilai tukar petani meningkat, itu tercermin di situ," pungkasnya.


(nia/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads