Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memperkirakan, aset-aset yang dimiliki BUMN ini nilainya hingga triliunan rupiah yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Tinggal fungsinya (PPA) saja berubah. Lebih efektif saja. Seperti energi yang besar menyelesaikan hal-yang besar, bukan energi besar mengurus hal-hal kecil. Jadi lebih mengurus aset-aset yang tak produktif dan membebani," katanya usai acara Sosialisasi HOLDING BUMN di Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (31/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau hanya dibiarkan menganggur, aset-aset ini hanya akan jadi parasit terhadap kinerja keuangan BUMN yang bersangkutan. Pasalnya, setiap tahun harus keluar biaya perawatan dan pemeliharaan.
"Misalnya PLN punya 500 rumah bagus, tapi tak ditempati. Kalau itu tak ditempati, kan tak menghasilkan apa-apa buat PLN. Tapi di bukunya (laporan keuangan) PLN tercantum biaya pemeliharan dan lainnya. Tapi kan tak menghasilkan buat PLN," ujarnya.
Ia menambahkan, jika aset-aset tersebut ternyata justru semakin memperberat BUMN, maka aset-aset itu akan ditransfer ke PPA semuanya. Setelah itu, PPA kembali mencari cara supaya bisa kembali produktif.
"Nanti oleh PPA itu dikelompokkan. Kemudian dicarikan pilihan-pilihannya. Mungkin sebagian nanti jadi bank tanah, mungkin bisa dikerjasamakan, mungkin bisa dipindahkan ke neraca, dari neraca itu dipindahkan dari aset ke persediaan. Nanti dilihat mana yang lebih mungkin dan lebih baik bagi BUMN," pungkasnya.
(ang/dnl)











































