Tawaran kenaikan gaji sudah berubah dari tawaran sebelumnya yang hanya 22% bagi karyawan non staf selama periode dua tahun masing-masing 11%, kenaikan bonus metal sebesar 230% per bulan sesuai kenaikan harga emas dan tembaga, kontribusi tabungan rencana hari tua hingga 4%,
Hasilnya perundingan terkait tuntutan upah kenaikan gaji karyawan yang bekerja di PT Freeport Indonesia masih menemui jalan buntu. Berdasarkan pertemuan terakhir kedua pihak yang dilaksanakan pada 21-29 Oktober 2011 masih diminta untuk ditunda oleh pihak Serikat Pekerja Freeport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sinta melanjutkan, kedua belah pihak sudah melanjutkan pembicaraan tentang upah pokok yang diinginkan sebagai jalan keluar. Manajemen Freeport mengaku selalu mengikuti saran pihak Kemenakertrans untuk menaikkan upah dari sebanyak 25% hingga 30%. Namun sampai pembicaraan terakhir sejauh ini, pihak serikat pekerja masih meminta satu minggu penundaan.
"Sebagai gambaran, kalau kita naikkan jadi 30% kelihatannya sedikit, tapi sebetulnya aspirasi serikat yang kami dengarkan, yaitu untuk harapan mendapatkan pendapatan Rp 11 juta minimal untuk kompetensi terendah dan menjadi basis untuk tingkat kompetensi karyawan selanjutnya," kata Sinta.
"Kami tawarkan pendapatan kotor bulanan dan semua upah lembur, termasuk bonus, dan lainnya di 2012 nanti jumlahnya adalah Rp 19 juta gross. Itu bisa diterima seseorang karyawan dengan kompetensi tertinggi golongan A5," akunya.
Namun, katanya, pihak serikat pekerja tetap menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan upah pokok sebanyak US$ 7,5 per jam. Jika dirata-rakan dan dikonversi ke Rupiah. Seorang pekerja golongan A5 di Freeport bisa mendapatkan Rp 78 juta per bulan.
"Bukan maksud kami membandingkatn tapi harapan serikat tersebut adalah kenaikan 400%. Jadi gap-nya besar. Kami tetap terbuka untuk melanjutkan dialog. Tapi kami yakin dan percaya harus ada solusi," ujar Sinta.
Dirinya berharap permasalahan gaji bisa segera diselesaikan ke depannya agar kegiatan operasional dapat berlanjut seperti semula.
Hingga hari ini, sebanyak 16.500 karyawan tetap Freeport maupun kontrak masih bekerja di wilayah tambang. Sedangkan, sisanya masih melakukan aksi mogok, akibatnya produksi pun terpaksa mengalami penurunan.
Pihak Freeport juga menyampaikan bahwa pipa-pipa yang menghubungkan saluran kebutuhan BBM dan juga konsentrat emas dan tembaga sudah dirusak oleh oknum-oknum. Pihaknya mengaku tidak bisa membedakan apakah itu warga setempat yang melakukannya atau pekerja yang melakukan aksi mogok.
Hal tersebutlah yang mengakibatkan terhentinya kegiatan pengolahan dari sumber daya alam yang diambil dari atas gunung di wilayah tambang terhenti semenjak. Karena pipa penghubung dari kawasan tambang hingga pelabuhan tempat mengolah konsentrat sudah diputus. Belum lagi beberapa jalan yang menghubungkan jalur menuju kawasan tambang juga sudah diblokir oleh beberapa orang.
(nrs/hen)










































