Menurut Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa, turunnya kepercayaan konsumen juga ditambah dengan menurunnya penilaian konsumen terhadap keadaan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja saat ini,
Sebanyak 67,1% konsumen yang disurvei pada bulan Oktober masih merasa khawatir terhadap kenaikan harga pangan, atau naik dari 64,6% pada bulan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, dari kedua komponen utama yang membentuk IKK pada bulan Oktober, hanya Indeks Situasi Sekarang (ISS), yang menurun. Indeks tersebut turun 4,0% menjadi 71,6 karena penilaian konsumen terhadap keadaan ekonomi lokal maupun nasional saat ini menurun.
Sebaliknya, komponen Indeks Ekspektasi (IE), naik 0,8% menjadi 103,2. Peningkatan IE ini menunjukkan meningkatnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang.
Dengan meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang, rencana konsumen membeli barang-barang tahan lama meningkat pada bulan Oktober.
Berdasarkan hasil survei terakhir, sekitar 38,4% konsumen berencana membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang, naik dari 29,9% pada bulan September.
"Ini merupakan level yang tertinggi sejak bulan Januari 2000," jelasnya.
Survei pada bulan Oktober juga menunjukkan, konsumen secara keseluruhan merasa yakin tekanan inflasi akan meningkat dalam enam bulan mendatang. Indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi naik sebesar 1,8% dari 183,0 menjadi 186,3 pada bulan Oktober.
"Memang menurut survei bulan Oktober, sebanyak 87,7% konsumen masih merasa yakin harga barang akan meningkat dalam enam bulan mendatang, atau naik dari 85,0% pada bulan September," tambahnya.
Namun, kata dia, perlu dicatat bahwa kenaikan tekanan inflasi pada akhir tahun hingga awal tahun berikutnya hanya bersifat musiman karena terkait dengan musim paceklik.
Sementara itu, kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya melemah pada bulan Oktober. Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) turun sebesar 2,27% menjadi 89,7 dari 91,8 pada bulan September.
Pada survei terakhir, semua komponen yang membentuk IKKP menurun, kecuali komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menyediakan dan menjaga fasilitas umum. Indeksnya naik sebesar 2,09% menjadi 103,2 dari 101,1 pada bulan September.
(ang/hen)











































