"Jadi, lebih baik ke BUMN saja karena lebih operasionalnya. Menurut saya melalui BUMN lebih baik," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan ketika ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/11/2011).
Menurut Dahlan ketika Inalum sudah milik BUMN penuh, dirinya berharap akan dibangun sebuah pabrik khusus yang akan memproduksi alumunium setengah jadi secara optimal sehingga bahan baku bisa terpenuhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun.
Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.
Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Dari negosiasi dengan Jepang akan menentukan apakah PT Inalum setelah 2013 akan dikuasai oleh Indonesia seluruhnya atau porsi saham Jepang akan tetap ada di Inalum atau kerjasama akan terus dilanjutkan.
Muncul wacana ketika Pusat Investasi Pemerintah (PIP) akan mengambil alih Inalum dengan dana Rp 2 triliun. Dengan rencana tersebut Dahlan mengaku tidak tahu menahu.
"Saya tidak tahu itu dianggarkan untuk siapa. PIP kan perusahaan investment. Menurut saya melalui BUMN lebih baik," tutup Dahlan.
(dru/dnl)











































