Lawan Perdana Menteri, Menkeu Yunani Tolak Referendum

Lawan Perdana Menteri, Menkeu Yunani Tolak Referendum

- detikFinance
Kamis, 03 Nov 2011 14:40 WIB
Lawan Perdana Menteri, Menkeu Yunani Tolak Referendum
Athena - Menteri Keuangan Yunani Evangelos Venizelos secara terang-terangan melawan rencana Perdana Menteri George Papandreou menggelar referendum. Ia menegaskan, Yunani adalah bagian dari Eropa dan seharusnya tidak diperlukan lagi adanya referendum.

"Tempat Yunani di Eropa adalah sebuah penaklukan sejarah oleh masyarakat Yunani yang tidak perlu dipertanyakan... ini tidak dapat dibuat berdasarkan sebuah referendum," ujarnya setelah kembali dari melakukan pembicaraan di Cannes, seperti dikutip dari AFP, Rabu (3/11/2011).

Sementara anggota partai yang berkuasa mendesak PM Papandreou untuk mencabut rencana referendumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ia harus mencabut proposal itu secepatnya, hari ini," ujar anggota partai berkuasa Mimis Androulakis kepada Antenna TV dan dikutip dari Reuters.

Komentar tersebut meningkatkan kemungkinan PM Papandreou --yang kini sedang menghadapi masalah politik seputar rencananya-- akan kehilangan dalam voting yang rencananya digelar pada Jumat.

PM Papandreou sebelumnya mengumumkan rencananya untuk melakukan referendum terhadap rencana pemberian paket penyelamatan krisis utang, sehingga memicu kemarahan para pemimpin Eropa. Ia juga mengatakan masa depan Yunani di Eropa juga akan diambil dalam voting yang rencananya akan dilakukan pada 4 Desember itu.

Namun ia tidak menjelaskan kata-kata tepat dari pertanyaan referendum. Ia hanya mengatakan: "Ini tentang apakah kita ingin bertahan di zona Eropa atau tidak," ujarnya yang meyakini para pemilik Yunani ingin bertahan di zona euro.

Pada pemimpin Eropa telah mengingatkan PM Papandreou bahwa jika Yunani tidak menghormati kesepakatan utang yang dicapai para pemimpin Eropa pada pekan lalu, maka ia tidak akan mendapatkan satu sen pun dari rencana pengucuran dana bantuan Uni Eropa dan IMF.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicholas Sarkozy sama-sama berharap Yunani akan tetap bertahan, namun mengingatkan Yunani tidak akan mendapatkan tumpangan bebas.

"Yunani harus memutuskan apakah melanjutkan perjalanan ini dengan kami atau tidak. Kami berharap terus bersama dengan Yunani, tapi ada aturan yang harus dihormati," ujar Sarkozy.

"Eropa dan IMF tidak dapat merilis pinjaman tahap keenam kepada Yunani sampai Yunani mendorong paket 27 Oktober," tambah Sarkozy.

Pimpinan IMF Christine Lagarde juga mengingatkan bahwa dia tidak akan bergerak pada tahapan berikutnya untuk pinjaman Yunani sampai semua ketidakpastian dihilangkan.

Pejabat Yunani sebelumnya mengingatkan negaranya masih memiliki cukup uang untuk membayar tagihan hingga pertengahan November. PM Papandreou di Cannes mengkliam Yunani memiliki waktu yang cukup pada penyelesaian kami menjelang pembayaran gaji dan pensiun tanpa usaha untuk dana pinjaman.

Namun Menkeu Venizelos sepertinya kontradiksi dengan pernyataan PM dengan mengatakandana pinjaman itu harus segera dikucurkan tanpa penundaan. Venizelos merupakan penantang Papandreou untuk pimpinan partai pada tahun 2007.
(qom/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads