Dari hasil survei itu terungkap barang palsu yang paling sering dikonsumsi masyarakat adalah pakaian, software, dan barang dari kulit.
Menurut Ketua Umum MIAP Widyaretna, persentase barang palsu untuk pakaian mencapai 30,2%, tertinggi dibanding 12 sektor industri lain yang disurvei. Survei dilakukan di Jakarta dan Surabaya kepada 500 responden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar sektor industri dengan barang palsu yang masih banyak beredar di pasar dan digunakan masyarakat:
- Pakaian (30,2%)
- Software (34,1%)
- Barang dari kulit (35,7%)
- Spareparts (16,8%)
- Lampu (16,4%)
- Elektronik (13,7%)
- Rokok (11,5%)
- Minuman (8,9%)
- Pestisida (7,7%)
- Oli (7%)
- Kosmetika (7%)
- Farmasi (3,5%)
Berdasarkan hasil survei menunjukkan, konsumen tidak bersedia menggunakan produk palsu yang masuk ke dalam tubuh. Seperti halnya kosmetika, obat, karena membahayakan kesehatan dan mengancam keselamatan."Namun demikian masih ada saja yang berani menggunakannya," tutur Widyaretna.
(wep/hen)











































