Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto di kantor kementerian kelautan dan perikanan, Jakarta, Jumat (4/11/2011)
"Semakin tinggi ekspor (perikanan) di Indonesia tapi semakin banyak pengusaha yang bangkrut dan nelayan masih tetap miskin," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya masalah yang mendasar di sektor perikanan di Tanah Air adalah banyak rusaknya terumbu karang di lautan Indonesia. Hasilnya banyak ikan-ikan yang biasa berkembang biak di Indonesia justri lari ke wilayah lain.
"Kadin mengharapkan ada program penyelamatan laut degan reborn dengan terumbu karang. Banyak kasus yang terjadi pengeboman, racun, sungai tercemar. Kadin mengharapkan langkah konkret dari pemerintah," katanya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan pemerintah sudah melakukan beberapa upaya. Misalnya bekerjasama dengan negara-negara pemilik terumbu karang untuk melakukan penyelamatan dan pemulihan kerusakan terumbu karang.
"Pemerintah sudah melakukan perjanjian dengan 6 negara mengenai triangle coral," katanya.
Mengenai masih banyaknya nelayan miskin, Cicip menuturkan karena nelayan kerap tersandera oleh para tengkulak. Ia menegaskan pemerintah sudah memberikan pengetahuan kepada nelayan mengenai pendanaan, mutu, harga, dan pemasaran produk perikanan.
"Untuk meningkatkan usaha lokal tetap hidup, harus dibangun industrialisasi perikanan," katanya.
Pemerintah menargetkan nilai ekspor produk perikanan tahun ini bisa menembus angka US$ 3,6 miliar, hingga semester 1-2011, nilai ekspor sudah mencapai US$ 1,6 miliar. Sementara target tahun depan kinerja ekspor sektor perikanan bisa menembus US$ 3,8 miliar.
(hen/dnl)











































