Demikian disampaikan oleh Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor P.H. Nikijuluw saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (4/11/2011).
"Sampai saat ini Amerika still our number one fish buyer. Meskipun kondisinya sekarang seperti ini (krisis). Target total ekspor ikan tahun ini US$ 3,2 miliar," ujar Victor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daging kepiting ini berasal dari king crab yang berasal dari Kanada dan Norwegia yang selama ini diolah di China. Namun karena ada kenaikan biaya produksi di China, maka perusahaan di Kanada dan Norwegia mengalihkan sebagian ekspornya ke Indonesia.
"Paling tidak sejauh ini sudah ada 4 perusahaan, 3 di surabaya dan 1 di Jakarta kita berikan izin supaya mereka mengambil king crab itu dibawa dari Kanada atau Norwegia dari perairan utara, dibawa ke sini lalu diolah dan kemudian diekspor lagi," tutur Victor.
Karena peralihan pengolahan kepiting ini, maka tercipta banyak tenaga kerja baru dengan jumlah rata-rata 700 orang/pabrik.
"Itu baru mulai tahun ini, sekitar 3 bulan. Harga daging kepiting itu dalam satu pack sampai Rp 3 juta," tukasnya.
(dnl/dnl)











































