Di samping itu juga mempromosikan inklusi sosial dan membuat globalisasi melayani kebutuhan rakyat.
Demikian antara lain butir deklarasi akhir KTT G20 yang berlangsung di Cannes, Prancis (3- 4/11/2011) melalui siaran pers Uni Eropa yang diterima detikfinance, Sabtu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan di pasar keuangan telah meningkat terutama karena sovereign risks (kemungkinan pemerintah menolak untuk mematuhi syarat-syarat perjanjian pinjaman selama masa krisis, red) di Eropa.
Tanda-tanda kerentanan muncul di negara-negara yang sedang bangkit ekonominya. Peningkatan harga komoditas telah merugikan pertumbuhan dan memukul negara paling rentan. Volatilitas nilai tukar menciptakan risiko bagi pertumbuhan dan stabilitas keuangan.
Strategi Global
Untuk mengatasi tantangan langsung yang dihadapi oleh ekonomi global, G20 berkomitmen untuk mengkoordinasikan tindakan dan kebijakan. G20 telah sepakat mengenai Rencana Aksi untuk Pertumbuhan dan Lapangan Kerja. Masing-masing akan memainkan bagiannya.
Ketenagakerjaan dan Perlindungan Sosial
G20 meyakini dengan kuat bahwa ketenagakerjaan harus menjadi inti tindakan dan kebijakan demi memulihkan pertumbuhan dan G20 melakukannya di bawah Kerangka Kerja untuk pertumbuhan yang kokoh, berkelanjutan dan seimbang.
G20 berkomitmen untuk memperbarui upaya memberantas pengangguran dan meningkatkan pekerjaan layak, terutama bagi pemuda dan mereka yang paling terdampak oleh krisis ekonomi.
Oleh karena itu G20 memutuskan untuk membentuk sebuah Gugus Tugas G20 tentang Ketenagakerjaan, dengan fokus pada lapangan kerja pemuda, yang akan memberikan masukan ke Pertemuan Tingkat Menteri G20 bidang Pekerja dan Ketenagakerjaan yang akan diselenggarakan di bawah Kepresidenan Meksiko (2012).
G20 telah menugaskan organisasi Internasional (IMF, OECD, ILO, Bank Dunia) untuk melaporkan kepada Menteri Keuangan mengenai pandangan ketenagakerjaan global dan bagaimana agenda reformasi ekonomi di bawah Kerangka Kerja G20 akan memberikan kontribusi pada penciptaan lapangan kerja tersebut.
G20 menyadari pentingnya berinvestasi pada tataran perlindungan sosial yang menentukan secara nasional di setiap negara, seperti akses ke perawatan kesehatan, jaminan pendapatan untuk hari tua dan penyandang cacat, tunjangan anak dan jaminan penghasilan bagi para pengangguran dan bantuan bagi pekerja miskin. Mereka akan mendorong ketahanan pertumbuhan, keadilan sosial dan kohesi. Dalam hal ini, G20 mencatat laporan Kelompok Penasehat Tataran Perlindungan Sosial dipimpin oleh Ms Michelle Bachelet.
G20 berkomitmen untuk meningkatkan dan menjamin penghormatan penuh atas prinsip-prinsip dan hak-hak di tempat kerja. G20 menyambut dan mendorong ILO untuk terus mempromosikan ratifikasi dan pelaksanaan delapan Konvensi Fundamental ILO.
G20 bertekad untuk memperkuat dimensi sosial globalisasi. Masalah-masalah sosial dan ketenagakerjaan, di samping ekonomi, moneter dan keuangan, akan tetap menjadi bagian integral dari agenda G20.
G20 menyeru organisasi-organisasi internasional untuk mengintensifkan koordinasi mereka dan membuatnya lebih efektif. Dalam pandangan koherensi lebih besar dari tindakan multilateral, G20 mendorong WTO, ILO, OECD, Bank Dunia dan IMF untuk meningkatkan dialog dan kerjasama mereka.
G20 meyakini peran penting dari dialog sosial. Dalam hal ini G20 menyambut Pertemuan B20 dan L20 yang telah berlangsung di bawah kepresidenan Prancis dan kemauan forum ini untuk bekerjasama seperti terlihat dalam pernyataan bersama mereka.
Menteri Pekerja dan Ketenagakerjaan G20 telah bertemu di Paris pada September 26-27, 2011 untuk mengatasi masalah ini. G20 mendukung kesimpulan mereka, dilampirkan pada Deklarasi ini. G20 meminta para Menteri untuk bertemu lagi tahun depan untuk meninjau kemajuan yang dibuat mengenai agenda ini.
(es/es)











































