Pembangunan terminal LPG terbesar di Kawasan Timur ini dilakukan oleh anak usaha Bosowa, PT Bosowa Duta Energasindo. Pinjaman dari BRI guna melengkapi investasi pembangunan yang diperkirakan menghabiskan dana US$ 70 juta.
"Sebagian dana itu sudah dipenuhi dari BRI, mitra kami dan sisanya menggunakan dana internal," ungkap Direktur Utama PT Bosowa Duta Energasindo Reno Junizwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kehadiran terminal ini sangat mendesak di KTI (Kawasan Timur Indonesia) mengingat kian meningkatnya kebutuhan gas seiring berlangsungnya program pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke gas," tutur Erwin Aksa.
Pembangunan terminal LPG merupakan hasil kerjasama kelompok usaha Bosowa dengan PT Pertamina (Persero). Bosowa akan menyewakan terminal LPG ini selama 10 tahun dengan kapasitas 10 ribu ton. Terminal LPG berada di area lahan seluas 14,6 ha.
(wep/wep)










































