Bangun Terminal LPG, Bosowa Dapat Utang Rp 394,83 Miliar

Bangun Terminal LPG, Bosowa Dapat Utang Rp 394,83 Miliar

- detikFinance
Minggu, 06 Nov 2011 10:22 WIB
Jakarta - Bosowa, perusahaan pimpinan Erwin Aksa, meraih pinjaman US$ 43,87 juta atau setera Rp 394,83 miliar dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Dana ini digunakan Bosowa guna biaya pembangunan terminal Liquid Propane Gas (LPG) di Kalimantan Timur.

Pembangunan terminal LPG terbesar di Kawasan Timur ini dilakukan oleh anak usaha Bosowa, PT Bosowa Duta Energasindo. Pinjaman dari BRI guna melengkapi investasi pembangunan yang diperkirakan menghabiskan dana US$ 70 juta.

"Sebagian dana itu sudah dipenuhi dari BRI, mitra kami dan sisanya menggunakan dana internal," ungkap Direktur Utama PT Bosowa Duta Energasindo Reno Junizwan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pembangunan konstruksi fisik terminal, Bosowa juga bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Tbk (Persero), PT Budi Bakti Prima serta PT Mursa Utama Sulsera. Pembangunan fisik akan selesai di pertengahan 2013, atau 20 bulan ke depan.

"Kehadiran terminal ini sangat mendesak di KTI (Kawasan Timur Indonesia) mengingat kian meningkatnya kebutuhan gas seiring berlangsungnya program pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke gas," tutur Erwin Aksa.

Pembangunan terminal LPG merupakan hasil kerjasama kelompok usaha Bosowa dengan PT Pertamina (Persero). Bosowa akan menyewakan terminal LPG ini selama 10 tahun dengan kapasitas 10 ribu ton. Terminal LPG berada di area lahan seluas 14,6 ha.


(wep/wep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads