Demikian disampaikan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Slamet Sutomo dalam jumpa pers terkait Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III 2011 di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (7/11/2011).
"Kita tumbuh tapi tumbuhnya melambat. Ini kaitannya karena ada perlambatan ekonomi global ke ekspor dan nanti sektor domestik," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk ekspor, jika dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II sebesar 7,2 persen, terjadi perlambatan pertumbuhan pada triwulan III sebesar 5,2 persen kontribusinya bagi pertumbuhan ekonomi tanah air. Begitu juga dengan pertumbuhan impor, pada triwulan II impor tumbuh 6,5 persen, sementara pada triwulan III pertumbuhannya melambat hanya sebesar 2,4 persen.
Selain itu pengeluaran pemerintah pun mengalami penurun yaitu dari 26 persen pada triwulan II menjadi 10,6 persen pada triwulan III tahun 2011.
Sedangkan yang memiliki pertumbuhan yang mengalami percepatan yaitu konsumsi rumah tangga dari 1,3 persen menjadi 2,3 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto yang naik dari 4,1 persen menjadi 5,1 persen.
"Jadi memang ada perlambatan-perlambatan tapi pertumbuhan Indonesia tetap tumbuh. Hal ini menandakan Indonesia mengandalkan dari ekonomi domestik," pungkasnya.
BPS sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kuartal III-2011 mencapai 6,5% (yoy). Pertumbuhan ini masih didorong oleh sektor perdagangan.
(nia/qom)











































