Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto mengatakan skema utang siaga ini sudah dijajaki. Jadi pemerintah sudah mendekati beberapa kreditur untuk menyediakan utang siaga kalau pemerintah memerlukan.
"Ini untuk menjaga supaya APBN kredibel, artinya dalam situasi kondisi apapun juga APBN masih tetap bisa berjalan dan artinya pembiayaan masih bisa dijamin sehingga program-program pemerintah bisa berjalan sebagaimana mestinya," tutur Rahmat saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (7/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk tahun depan, pemerintah masih merahasiakan siapa saja kreditur yang siap menyediakan utang siaga ini karena belum ada kepastian.
"Belum ada yang secara khusus mengatakan bersedia tapi secara informal sudah melakukan penjajakan," ujarnya.
Soal jumlah utang siaga, Rahmat juga tidak mau mengatakannya. "Kita tidak mengantisipasi jumlah tertentu tapi paling tidak kita siap melakukan pembiayaan-pembiayaan yang terjadi di luar perkiraan," katanya.
Selain pinjaman siaga, pemerintah Indonesia saat ini juga tengah menyiapkan suplai pangan untuk stok jika terjadi krisis ekonomi global.
(dnl/ang)










































