Demikian disampaikan oleh Direktur Bank Dunia Sri Mulyani ketika ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/11/2011).
"Tantangannya yang paling besar untuk Indonesia anggarannya sudah meningkat. Nah kualitas penggunaan anggarannya untuk bisa menjaga dan memperbaiki kualitas adalah tantangan berikutnya," tutur Sri Mulyani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks ini didasarkan pada kriteria kesehatan, pendidikan, dan pendapatan.
Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi itu harusnya disertai dengan kualitas dalam arti perbaikan dalam kualitas sumber daya manusia.
"Meskipun Indonesia menaikkan banyak anggaran di bidang pendidikan, harus bisa menjaga supaya anggaran di bidang kesehatan itu bisa dipakai untuk benar-benar menghasilkan perbaikan kesejahteraan, kualitas manusia terutama kelompok-kelompok yang masih tertinggal atau yang mengalami akses sangat minim terhadap akses pendidikan dan kesehatan," kata Sri Mulyani.
Seperti diketahui, di 2012 nilai APBN mencapai Rp 1.435 triliun, naik 8,6% dari APBN-P 2011 yang Rp 1.320,8 triliun.
Belanja ini antara lain terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 964,997 triliun, transfer ke daerah Rp 470,4 triliun.
Belanja pemerintah pusat terdiri antara lain dari belanja pegawai Rp 215,72 triliun, belanja barang Rp 142,24 triliun, belanja modal Rp 168,26 triliun.
Anggaran pendidikan tahun depan dialokasikan Rp 289,96 triliun. Porsinya mencapai 20,2% dari total belanja negara. Jumlah anggaran pendidikan ini naik dari jatah di 2011 yang besarannya mencapai Rp 266,94 triliun.
(dnl/hen)










































