"Kami negara-negara anggota ASEAN sangat bersimpati dengan situasi dan kami sangat berharap masyarakat Thailand bisa pulih," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam jumpa pers ASEAN Minister's Investor Seminar di Hotel ShangriLa, Jakarta, Selasa (8/11/2011).
Agus Marto mengakui banjir tersebut akan memberikan dampak pada beberapa sektor riil di Indonesia. Namun, dirinya juga yakin masalah tersebut dapat diatasi bersama-sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Keuangan Malaysia Dato' Seri Ahmad Husni Mohammad Hanadzlah menyatakan pihaknya sebagai negara pengimpor beras dari Thailand mengaku telah mencari pasokan beras dari negara lain guna mengantisipasi dampak banjir yang terjadi di Thailand.
"Soal banjir di Thailand, kami tidak tahu dampak dari negara tetangga, tapi kalau Malaysia kita pangan atau berasnya itu dari Thailand dan kami sudah ambil penanganan risiko dengan mencari pasokan beras lainnya," ujarnya pada kesempatan yang sama.
Namun, sebagai bentuk rasa simpati, Dato' Husni menyatakan pihaknya telah memberikan bantuan logistik bagi korban banjir Thailand. "Kami sudah pasok kebutuhan logistik untuk di Thailand," ujarnya.
Untuk dampak terhadap ekonomi, Dato' Husni mengakui belum menghitungnya secara keseluruhan. "Tentang dampak itu kami belum melakukan studi, tapi kami tahu akan ada dampak," ujarnya.
Wakil Menteri Keuangan Laos Viengthong Siphandone menyatakan negaranya merupakan negara ASEAN yang mengalami dampak banjir terbesar. Pasalnya, Laos memiliki ekspor ke negeri Gajah Putih itu.
"Banjir di Thailand itu juga berdampak ke kita, karena kita ada ekspor ke Thailand memproduk kami itu produk pertanian dan beberapa produk lain,jadi kami menderita dampak yang lebih besar dari banjir ini," jelasnya.
Sementara Secretary of State Ministry of Economy and Finance Kamboja Kong Vibol menyatakan tidak hanya Thailand yang mengalami banjir, negaranya pun turut mengalami bencana alam tersebut. Dia mengkhawatirkan adanya perlambatan pertumbuhan di kedua negara itu serta negara-negara sekitarnya. Dia pun khawatir akan tingginya inflasi mengingat Thailand merupakan salah satu negara pemasok beras.
"Kami juga kena banjir, saya rasa banjir di Thailand dan Kamboja akan memberikan dampak pada pertumbuhan di kawasan, karena Thailand itu memasukan suku cadang ke negara lain, tapi perlambatan ini saya tidak tahu seberapa besar dampaknya dan juga inflasi, karena kami tidak bisa cari dari Thailand, kami cari alternatif lain sehingga harga lebih mahal," pungkasnya.
(nia/hen)










































