"Saya kira evaluasi ini lebih ke internal jadi evaluasi ini tidak akan kita bawa agenda ini ke Bali," kata Direktur Kerjasama Kementerian Perdagangan ASEAN Imam Pambagyo di kantornya, Jakarta, Selasa (8/11/2011)
Ia mengatakan penegasan tersebut sejatinya sudah menjadi sikap dari menteri perdagangan sebelumnya Mari Elka Pangestu termasuk Mendag yang baru Gita Wirjawan. Imam mengakui memang posisi Indonesia terlambat dalam membenahi daya saingnya saat masuk pasar perdagangan bebas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam menambahkan salah satu isu yang akan diangkat di Bali nanti adalah soal pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di kawasan ASEAN. Selama ini isu UKM di ASEAN selalu tenggelam kalah dengan permasalahan lainnya.
"Kita ingin menarik perhatian semua orang dan juga sektor-sektor pembina untuk memberikan perhatian yang fokus kepada UKM. Bukan berarti selama ini tidak ada kerjasama di bidang UKM, cuma nggak fokus,"katanya.
Padahal selama ini ASEAN sudah memiliki rencana strategis untuk UKM ASEAN 2010-2015. Kenyataannya programnya tersebut tidak jalan karena sektoral yang lain seperti kementerian keuangan dianggap kurang berikan perhatian kepada financing untuk UKM.
"Jadi kita mencari semacam payung kesepakatan bagaimana caranya kita memberikan dorongan, support kepada upaya-upaya di bidang UKM, tapi sekali lagi ini masih sifatnya umum karena kita masing-masing posisinya berbeda, Singapura dan Brunei misalnya mereka tidak punya misalnya kementerian UKM jadi ini masalah perbedaan kebijakan masing-masing," katanya.
(hen/dnl)










































