Gandum Asal Slovakia Ditanam di Sumatera Barat

Laporan dari San Francisco

Gandum Asal Slovakia Ditanam di Sumatera Barat

- detikFinance
Selasa, 08 Nov 2011 19:02 WIB
Gandum Asal Slovakia Ditanam di Sumatera Barat
San Francisco - Untuk memenuhi kebutuhan gandum di dalam negeri, sebuah terobosan dilakukan oleh pemerintah. Gandum asal Slovakia kini ditanam di daerah Sumatera Barat (Sumbar). Gandum ini tidak ditanam dalam jumlah banyak namun hanya sebagai percobaan.

"Penanaman telah dilakukan Maret 2011 lalu di 20 tempat di Sumatera Barat, termasuk di Bukittinggi," kata Duta Besar RI untuk Republik Slovakia Harsha E Joesoef di Hotel Palace, San Francisco, AS, Senin malam (7/11/2011)

Percobaan ini dilakukan untuk menguji apakah gandum asal Slovakia bisa tumbuh di wilayah tropis seperti Indonesia. Ujicoba ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Andalas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 20 tempat penanaman gandum itu, ada tiga tempat yang dinilai gandum tumbuh dengan baik dan berproduksi dengan baik. Tiga tempat itu di mana saja, Harsha tidak hafal.

"Yang tahu lebih detil, Universitas Andalas. Yang jelas, pekan depan nanti sudah mulai panen," katanya.

Harsha yang menjelaskan bahwa kerja sama Slovakia dan pemerintah Indonesia ini sudah dibangun sejak lama. Setelah panen nanti, lanjut Harsha, penanaman gandum Slovakia di Sumbar ini akan diteliti lebih lanjut.

"Termasuk akan diteliti keekonomiannya, apakah layak untuk diteruskan dan ditanam massal atau tidak untuk memenuhi kebutuhan gandum dalam negeri," kata dia.

Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mencatat realisasi impor gandum Indonesia di 2010 menembus 5,85 juta ton atau setara dengan konsumsi terigu 4,3 juta ton. Diperkirakan setiap tahunnya konsumsi gandum nasional naik 6%.

Percobaan penanaman gandum di Indonesia juga dilakukan oleh Aptindo, yang telah melakukan pengembangan gandum tropis selama 10 tahun terakhir. Pakar pangan dari India, Nagarajan pada tahun 1999 telah memperkenalkan varietas gandum tropis di Indonesia.

Lokasi penelitian pengembangan gandum tropis misalnya di dataran menengah seperti Karanglo Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah dan dataran tinggi Kopeng Salaran dan Piji Salatiga Jawa Tengah.

Hasilnya diketahui tanaman gandum tropis bisa diserang hama kutu daun, ulat pemakan malai, ulat penggerak batang, ulat tanah, dan orong-orong. Sementara tanaman gandum bisa diserang penyakit tanaman yaitu bercak jerawat hitam, penyakit layu, dan kudis malai.

Penanaman gandum di Indonesia sudah dimulai pada awal abad 20 secara terbatas di Jawa yaitu di Pengalengan, Dieng, Tengger, dan Amanumbang. Luas tanaman gandum di Indonesia tak pernah berkembang dan tak pernah melampaui luas lahan 2.000 hektar per tahun, saat ini bahkan saja tersisa beberapa hektar saja.

Penyebabnya pengembangan gandum di Indonesia tak berkembang karena tidak ada penampungan hasil gandum, tak ada upaya khusus dari pemerintah untuk mengembangkan gandum dan tanaman gandum ditanam di dataran tinggi sehingga harus bersaing dengan tanaman sayuran yang lebih menjanjikan.

(asy/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads