"Sekarang ini ada uang di bank yang sudah kita tandatangani kredit ada lebih dari Rp 500 triliunan, kita tidak bisa pakai dan masalah utama nggak bisa pakai itu karena nggak bisa menyelesaikan tanah," kata Sofjan Wanandi di kantor kementerian perdagangan, Rabu (9/11/2011).
Bahkan Sofjan mengatakan berdasarkan percakapannya dengan pihak Bank Mandiri di G-20 lalu, terungkap angka yang mencengangkan. Permasalahannya sangat klasik seperti proyek tol yang terhambat permasalahan lahan masih berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya kondisi ini sangat merugikan, banyak momentum Indonesia yang hilang terus. Sofjan dengan lantang menyentil sikap politisi Indonesia yang mendewakan politik.
"Kita ini terlalu banyak ngomong politik saja, belum selesai mau bicara 2014," katanya.
Untuk itu ia mengatakan dalam pertemuan ASEAN Business and Investment Summit 16-18 November 2011 di Bali, tak akan ada manfaatnya jika pekerjaan domestik di Indonesia belum diselesaikan. Pemerintah harus dipaksa bersama-sama supaya pemerintah mengerjakan pekerjaan rumah dalam negeri.
"Pemerintah kita malu juga kalau negara lain mau dia sendiri nggak menyelesaikan pekerjaan rumahnya, itu kita hilang momentum dan kasihan masyarakat kita, kesempatan pertumbuhannya ini kita kurang lagi , ketinggalan lagi kita kan," katanya.
Sofjan menuturkan pertemuan kali ini merupakan waktu yang tepat apalagi adanya kedatangan Presiden Barack Obama. Investor dari Jepang dan India sangat berminat masuk ke Indonesia.
"Kalau pemerintah ini benar-benar cepat menyelesaikan permasalahan dengan tata ruang dan lahan terutama infrastuktur, saya pikir kita itu jauh bisa lebih banyak dari pada Thailand," katanya.
(hen/dnl)











































