Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur di acara Indonesia Logistics Summit (ILS) 2011 di JCC, Jakarta, Kamis (10/11/2011)
"Kita ingin menurunkan biaya logistik di Indonesia yang sekarang 17% setidaknya menjadi 10%," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Kadin menuturkan kajian yang dilakukan LPEM UI 2005 yang menyatakan bahwa biaya logistik di Indonesia dibandingkan biaya produksi adalah 14% mencakup inbound 7,2%, industi 2,9%, dan outbound 4%
Jika melihat dari porsi biaya logistik terhadap PDB di Indonesia masih mencapai 27%. Biaya logistik terhadap PDB di AS sebesar 9,9%. Sedangkan di Jepang biaya logistik terhadap PDB 10,6%. Di Korea Selatan biaya logistik terhadap PDB 16,3%.
Menanggapi hal ini Direktur Utama Pelindo II RJ Lino mengatakan sebagai pengelola pelabuhan pihaknya bertanggung jawab menyiapkan fasilitas agar menekan biaya logistik diantaranya dengan memperbesar kapasitas layanan pelabuhan.
"Dalam arti produktivitas kita bereskan seperti kalau dulu kita kerja hanya jam 5 sore sekarang kita 24 jam, jadi kita nambah dua kali. Kapal yang dulu sandar di pelabuhan 4 hari sekarang jadi 2 hari dengan demikian kita akan memperbesar, space kapal nasional tanpa investasi. Artinya suplainya lebih banyak dari demand pasti biaya turun," jelas Lino.
(hen/dnl)











































