Bea Cukai: Ada 16 Titik Rawan Penyelundupan di Indonesia

Bea Cukai: Ada 16 Titik Rawan Penyelundupan di Indonesia

- detikFinance
Jumat, 11 Nov 2011 13:11 WIB
Bea Cukai: Ada 16 Titik Rawan Penyelundupan di Indonesia
Palu - Direktorat Jenderal Bea Cukai (Ditjen) Kementerian Keuangan mengidentifikasi ada sekitar 16 titik rawan terjadinya tindak pidana penyelundupan dan penjualan barang-barang ilegal di seluruh kepulauan Indonesia.

Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono mengatakan luasnya wilayah laut Indonesia membuat potensi penyelundupan juga semakin besar. Dari 18 kantor wilayah Bea Cukai seluruh Indonesia, pihaknya telah menetapkan titik-titik rawan dalam jalur perdagangan di wilayah hukum Indonesia.

"Kita sudah petakan, ada 16 titik atau zona rawan baik di wilayah barat maupun timur Indonesia," tegas Agung saat ditemui di Kantor Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tipe B Pantoloan, Palu, Sulewasi Tengah, Jumat (11/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Agung, potensi penyelundupan di jalur perdagangan laut bisa berasal dari seluruh negara. Letak geografis Indonesia yang dikelilingi negara-negara seperti Filipina, Singapura, dan negara Asia lainnya, berpotensi mengganggu kinerja perdagangan nasional jika tidak diawasi secara ketat.

Pihaknya mengaku selalu menggelar patroli di seluruh jalur perdagangan laut. Namun, Agung tidak menyebutkan intensitas waktu dan skala kegiatan patroli.

"Itu bisa dari mana saja. Filipina, Asia, Eropa. Kita mengawasi, melihat potensinya, mungkin bertambah, tapi tidak mungkin berkurang titiknya, supaya semuanya menjadi pantauan kita," ujarnya.

Agung menyatakan pantauan intensif harus terus dilakukan. Ia telah menginstruksikan jajaran petugas bea cukai di seluruh wilayah Indonesia untuk mengoptimalkan pengawasan lebih ketat.

"Ini berkaitan dengan tugas pokok bea cukai yakni melindungi masyarakat dari masuk dan keluarnya barang-barang yang dilarang," tegasnya.

(nia/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads