Lotte Diminta Hati-hati Bangun Bioskop di Indonesia

Lotte Diminta Hati-hati Bangun Bioskop di Indonesia

- detikFinance
Jumat, 11 Nov 2011 14:46 WIB
Lotte Diminta Hati-hati Bangun Bioskop di Indonesia
Jakarta - Perusahaan asal Korea Selatan Lotte dikabarkan akan membangun bisnis bioskop di Indonesia. Namun pelaku bisnis bioskop dalam negeri meminta agar Lotte hati-hati. Kenapa?

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin mengatakan ia hanya mendengar kabar itu dari kalangan media. Meski belum pernah dihubungi oleh Lotte, menurutnya Lotte akan membangun 100 bioskop di Indonesia

"Saya kasih saran hati-hati, membuat bisnis bioskop tak sama dengan usaha lainnya, harus mempertimbangkan lokasi, ekonomi setempat bagaimana, keamanan, filmnya seperti apa, sosialnya dan lain-lain." kata Johny kepada detikFinance, Jumat (11/11/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Johny mengatakan, bisnis bioskop di Indonesia sudah tak sehebat era puluhan tahun lalu. Menurutnya segmen bioskop papan atas saat ini sudah cukup padat dengan hadirnya 21cinplex dan Blitzmegaplex yang menguasai 80% di Jakarta dan sekitarnya.

"Segmen yang dipilih harus dikaji benar, karena mau bikin bioskop seperti apa, kalau mau bikin super hall seperti Semanggi sulit, kalau di daerah bayar tiket Rp 5.000 sudah susah, tepatnya seharusnya kelas menengah ya, ada peluang," katanya.

Meskipun ia mencatat saat ini kota-kota besar lainnya di luar Jakarta dan sekitarnya seperti Bandung, Semarang dan Surabaya masih ada peluang. Menurut Johny ia memberikan kesempatan jika memang Lotte berniat membangun jaringan bioskop, namun ia memberi catatan bahwa Lotte cukup kuat menggarap segmen ritel dari pada bioskop.

"Tapi saya menawarkan diri kepada mereka. Saya siap bantu, survei awal, saya akan ceritakan gambaran bioskop di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan memang saat ini jumlah layar bioskop di Indonesia hanya sekitar 600 layar. Pemerintah memang menargetkan adanya penambahan layar bioskop hingga 1000 layar.

"Itu orang ngomong doang, bioskop sekarang ini sudah sulit tak seperti dulu," katanya.
(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads