Hal itu disampaikan Wakil Presiden Komisi Eropa Urusan Ekonomi dan Moneter Olli Rehn saat menyampaikan Autumn Forecast 2011-2013 melalui siaran pers yang diterima detikfinance, Jumat (11/11/2011).
"Kepercayaan memburuk tajam mempengaruhi investasi dan konsumsi, melemahnya pertumbuhan global menghambat ekspor dan konsolidasi fiskal membebani permintaan domestik," ujar Rehn.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diproyeksikan tidak ada perbaikan nyata untuk pasar tenaga kerja, dan pengangguran diperkirakan akan tetap pada tingkat tinggi saat ini sekitar 9,5%. Inflasi diatur agar kembali di bawah 2% selama kuartal mendatang.
Konsolidasi fiskal diperkirakan mencapai kemajuan dengan defisit publik akan menurun menjadi hanya di atas 3% pada tahun 2013 dengan asumsi kebijakan tidak berubah.
"Pertumbuhan stagnan di Eropa dan ada risiko resesi baru. Sementara lapangan kerja meningkat di beberapa negara anggota, diperkirakan tidak ada perbaikan nyata dalam hal pengangguran di UE secara keseluruhan," papar Rehn.
Lanjut Rehn, kunci untuk memulai kembali pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja adalah memulihkan kepercayaan pada keberlanjutan fiskal dan dalam sistem keuangan serta mempercepat reformasi untuk meningkatkan potensi pertumbuhan Eropa.
"Ada konsensus luas mengenai kebijakan yang diperlukan. Apa yang kita butuhkan sekarang adalah implementasi yang kuat. Bagian saya, saya akan mulai menggunakan aturan baru tatakelola ekonomi mulai hari pertama," demikian Rehn.
Sanksi
Rehn memperingatkan bahwa ada lima negara bakal mendapat sanksi di bawah regulasi baru anggaran, sebab mereka tidak cukup bertindak untuk membatasi pengeluaran. Negara-negara tersebut adalah Belgia, Siprus, Hungaria, Malta dan Polandia.
Regulasi baru anggaran akan mulai berlaku efektif pertengahan Desember. Menurut regulasi baru ini, yang diputuskan pada Oktober lalu, negara-negara yang melanggar peraturan akan langsung dijatuhi sanksi. Dengan cara ini para pemimpin UE ingin mencegah krisis makin parah.
"Apa yang kita perlukan adalah implementasi tanpa syarat," tegas Rehn.
Belanda
Mengenai Belanda, Rehn memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara ini tahun depan akan meningkat 0,5%, yang dipengaruhi terutama oleh meningkatnya permintaan dari luarnegeri. Tahun berikutnya (2013) perkiraan pertumbuhan pada kisaran 1,3%, sebagaimana seluruh negara-negara zona Euro.
Yunani tetap menjadi kekhawatiran besar. Gunung utang negara itu akan terus menjulang, sebaliknya ekonominya terus menyusut. Sementara Italia diperkirakan pertumbuhan ekonominya pada kisaran 0,1%.
(es/es)











































