Tidak ada seremoni khusus dalam peresmian jalan tol tersebut. Peresmian hanya ditandai dengan pembayaran tiket Menteri PU Djoko Kirmanto dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo di pintu gerbang Banyumanik Semarang, Sabtu (12/11/2011).
Setelah peresmian, rombongan pejabat menuju ke Klepu (Kabupaten Semarang) untuk mencanangkan pembangunan tol Semarang-Solo Seksi II (Ungaran-Bawen). Jalan ini lebih pendek dibanding Seksi I, yakni hanya sekitar 13 Km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, pada H-10 hingga H+10 Lebaran lalu, jalan tersebut sempat dibuka untuk umum untuk memecah kemacetan di jalur Semarang-Ungaran. Setelah itu jalan ditutup lagi untuk penyempurnaan.
Pada tahap awal pengoperasian, jalan tersebut hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan kendaraan kategori golongan I, seperti mobil pribadi. Sedangkan bagi kendaraan berat seperti bus dan truk, belum diperbolehkan melintas. Sekali melintas, pengguna tol dipungut Rp 5.500.
Tol Semarang-Solo membentang sepanjang 72,6 Km, melintasi beberapa daerah seperti Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, dan lain-lain. Awalnya, pembangunan tol senilai hampir Rp 7 triliun ini diperkirakan selesai pada tahun 2013, namun bisa jadi mundur karena berbagai persoalan. Salah satunya masalah pembebasan lahan.
(try/ang)











































