Kasus Freeport Dorong Serikat Pekerja 'Latah' Minta Gaji Besar

Kasus Freeport Dorong Serikat Pekerja 'Latah' Minta Gaji Besar

- detikFinance
Senin, 14 Nov 2011 18:52 WIB
Kasus Freeport Dorong Serikat Pekerja Latah Minta Gaji Besar
Jakarta - Kisruh tuntutan kenaikan gaji pekerja non staf PT Freeport Indonesia ditenggarai telah menularkan semangat meminta kenaikan gaji besar oleh serikat pekerja lainnya. Hal ini menjadi kekhawatiran pelaku dunia usaha di dalam negeri karena akan semakin membebani usaha mereka.

"Banyak pendemo yang menuntut kenaikan upah minimum, berdasarkan sindrom Freeport yang menuntut kenaikan sebesar-besarnya," kata Anggota Tim Advokasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Antony Hilman dalam acara konferensi pers di kantor Apindo, Kuningan, Jakarta, Senin (14/11/2011)

Ia mengatakan prinsipnya pelaku usaha tak keberatan untuk menaikkan gaji. Jika kenaikannya sampai 100-200% industri mana pun, lanjut Hilman, tak akan bersedia meskipun ada pembandingnya di industri pertambangan di laur negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini mesti disesuaikan dengan situasi di setiap negara, apakah daya dukung industri kita dan pasar kita mampu menanggung beban itu. Itu yang seharusnya dipertimbangkan," katanya.

Menurut Hilman saat ini serikat pekerja Freeport itu masih mendesak kenaikan gaji 100-400%. Mereka pun masih fokus pada standar gaji berbasis dolar dan belum mau dialihkan melalui kompensasi dengan tunjangan lainnya.

"Pendemo ini berasal dari sektor formal jadi mereka demo menuntut kenaikan UMP (upah minimum provinsi) untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka tak memikirkan UKM sektor informal," timpal Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads