RI Berpotensi Besar Kembali Terjangkit Flu Burung

RI Berpotensi Besar Kembali Terjangkit Flu Burung

- detikFinance
Kamis, 15 Jul 2004 17:26 WIB
Jakarta - Indonesia berpotensi besar kembali tertular virus flu burung, seperti yang saat ini kembali merebak di Thailand. Pasalnya, meski sudah mampu dikendalikan, ternyata virus tersebut belum musnah seluruhnya di Indonesia.Hal tersebut disampaikan Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) di Indonesia, Tsukasa Kimoto, di gedung Departemen Pertanian, Jl. Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2004). Pada kesempatan itu, hadir pula Sekjen Departemen Pertanian Memed Gunawan. "Indonesia merupakan negara yang masuk dalam wilayah strategis sehingga sangat berpotensi menjadi perkembangbiakan virus flu burung lagi setelah ditemukannya kasus baru di Thailand. Jadi Indonesia berpotensi besar," kata Tsukasa.Sementara untuk mengantisipasi hal tersebut, Sekjen Deptan Memed Gunawan mengaku pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kepada Dinas-dinas Peternakan, Unit Pelaksana Teknis dan instansi-instansi terkait lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukannya kasus baru di Thailand.Di Indonesia, sejauh ini belum ada virus baru yang muncul. "Memang banyak kemungkinan terjadinya penularan, karena virus ini kan bisa ditularkan lewat udara yang coba kita minimalisir dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengingatkan dinas-dinas peternakan untuk mensosialisasikan hal ini. Di samping memperketat karantina untuk produk-produk unggas yang masuk lewat pelabuhan," kata Memed.Diakui Memed, Deptan sulit mengerem laju penyebaran virus tersebut mengingat penularannya tidak hanya melalui satu pintu seperti bandara atau pelabuhan. "Semua tempat kan bisa dilalui oleh burung-burung yang terbang ke mana-mana, tentu kita sulit untuk mengontrol. Yang bisa kita kontrol adalah bandara-bandara atau pelabuhan yang dimasuki produk unggas. Tapi kita selalu mengingatkan agar setiap ada gejala sekecil apapun harus dilaporkan," imbuhnya.Terkait upaya mengatasi penyebaran flu burung yang melanda Indonesia pada awal tahun ini, Memed mengakui pihaknya masih terus melakukan penelitian. Namun hal itu diakui membutuhkan waktu yang tidak sebentar.Sementara itu, hari ini FAO juga menandatangani bantuan untuk Indonesia sebesar US$ 390.000 sebagai bantuan darurat untuk mengatasi penyebaran virus flu burung. Selain FAO, pemerintah Jepang lewat FAO juga memberi bantuan sebesar US$ 402.117 untuk mengatasi virus flu burung di Bali dan Lampung. Namun bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk dana, melainkan dukungan teknis. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads