Ketua Asosiasi Kentang Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara Muhammad Mudasir menyatakan semenjak adanya demo besar terkait impor kentang di Kementerian Perdagangan pada Oktober lalu, harga di tingkat petani mulai beranjak naik hingga Rp 5.200 per Kg.
"Kemarin sebelum demo, ada penurun angka, kemudia mulai terkerek naik Rp 4.900, Rp 5.000, Rp 5.200 per Kg, harga mulai merangkak naik," ujarnya saat dihubungi detikFinance, Kamis (17/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu kan Rp 6000-7000, terus jatuh Rp 3.500, biaya produksi saja Rp 4000, kalau di bawah itu atau sebesar itu, jelas petani tidak dapat untungnya," ujarnya.
Dengan demikian, Mudasir menyatakan saat ini, para petani kentang sudah mulai tersenyum dan kembali bersemangat menanam kentang. "Kelihatan ceria lagi, bersemangat mengelola lahan lagi. Selama itu kan banyak yang beralih ke buruh kelapa sawit di Kalimantan dan Sumatera," jelasnya.
Namun sayangnya, Mudasir mengaku kenyamanan petani kentang tersebut nampaknya masih terganggu ulah para importir kentang yang masih memasukkan kentang ke tanah air melalui pelabuhan-pelabuhan kecil.
"Sehabis demo itu, ada informasi dari pedagang yang bawa barang kita ke pasar bahwa barang praktis berkurang banyak, jadi harga kita naik, tapi masih ada yang masuk, kita kebingungan masuk dari mana, memang trennya mereka masuk dari pelabuhan kecil, bukan pelabuhan besar lagi," ungkapnya.
Mudasir menyatakan pihaknya meminta aparat dan pemerintah untuk melakukan pengawasan guna perlindungan terhadap petani kentang dalam negeri.
"Kita sudah bertemu dengan Dinas Pertanian, kita minta informasi. Kita mengharapkan fungsi dinas, dalam pengawasan dan perlindungan petani dalam negeri. Selain itu ada tugas aparat mengecek langsung ke karantina, kok bisa masuk," tandasnya.
(nia/hen)










































