Kemitraan Ekonomi ASEAN-China Bisa Melonjak, Asalkan...

Kemitraan Ekonomi ASEAN-China Bisa Melonjak, Asalkan...

- detikFinance
Jumat, 18 Nov 2011 10:19 WIB
Kemitraan Ekonomi ASEAN-China Bisa Melonjak, Asalkan...
Nusa Dua - Kemitraan antara ASEAN dengan China selama 20 tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang pesat. Perdagangan bebas antara dua pihak, memuncul optimisme peningkatan perdagangan dan arus invetasi yang pesat dalam tiga tahun ke depan, dengan catatan krisis di Laut Cina Selatan dikelola dengan mengedepankan semangat perdamaian.

Demikian disampaikan Presiden SBY selaku Ketua ASEAN dalam pembukaan ASEAN-China Commemorative Meeting, Jumat (18/11/2011) pagi. Pertemuan yang sekaligus peringatan 20 tahun usia kerjasama ASEAN-China dan peresmian secara simbolis ASEAN-China Center tersebut berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Centre, Nusa Dua, Bali.

"Dengan telah dilengkapinya keseluruhan kesepakatan ASEAN-China Free Trade Area, maka kita sungguh optimis untuk mencapai target perdagangan US$ 500 miliar dan menaikkan volume investasi China ke ASEAN pada 2015," ujar SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isu peningkatan kerjasama ekonomi dalam bidang perdagangan dan investasi serta infrastruktur konektifitas komunitas ASEAN merupakan bahasan utama dalam pertemuan tersebut. Presiden SBY menyampaikan penghargaan ASEAN terhadap komitmen partisipasi China dalam materplan ASEAN Connectivity melalui proyek pembangun infrastruktur transportasi darat, udara dan laut.

"Saya juga berteerimakasih untuk inisiatif China menyediakan US$ 10 miliar dana kerjasama investasi ASEAN dan RRT. Ini akan memperkokoh dan membantu pembangunan kawsan kita secara berkesinambungan," sambung SBY.

Di samping beberapa isu mengenai kerjasama menjaga stabilitas politik dan keamanan di kawasan yang belakangan ini menjadi perhatian dunia terkait krisis di Laut China Selatan. Presiden SBY mengingatkan agar dinamika yang terjadi dapat dikelola dengan mengedepankan pendekatan damai sehingga tidak berpengaruh buruk terhadap momentum pertumbuham ekonomi di Asia Pasifik.

"Telah diterimanya Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) di Bali pada Juni 2011, sangat menggembirakan. Kita berharap dengan acuan itu semakin terbangun perspektif bersama mengenai arti penting keamanan dan stabilitas di Laut China Selatan. Kita mendorong agar ini diterjemahkan menjadi proyek-proyek kerjasama konkrit dan membangun dalam semangat perdamaian," papar SBY.

Seperti diketahui bahwa beberapa negara anggota ASEAN memiliki sengkata perbatasan di Laut Cina Selatan baik antara satu sama lain maupun dengan China. Belum lagi rencana rencana AS menerjunkan tambahan pasukan di pangkalan militernya di Darwin, Australia, per 2012. Penambahan tersebut otomatis 'mengepung' ASEAN dalam konflik China-AS sebab AS juga telah menempatkan pasukan di pangkalan militernya di Jepang dan Korea Selatan.

Sejauh ini ASEAN memilih berhati-hati menanggapi manuver AS tersebut. "Keadaan di Laut Cina Selatan tidak terlalu buruk. Bahwa ada kabar suatu negara melakukan penambahan pasukannya di kawasan, tidak perlu dilihat dapat menganggu suasana," ujar Menlu Marty Natalegawa (17/11/2011).

"Kecuali memang ada niatan untuk mengubah suasana itu," sambung Marty tanpa menyebut negara yang dia maksud.

(lh/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads