Gugatan dilayangkan oleh sekelompok nelayan China yang merasa dirugikan atas tumpahan 3.00 barel minyak dan lumpur minyak di pesisir timur China pada awal Juni lalu. Tumpahan itu memicu kritik masyarakat dan peringatan dari pejabat China.
Sekelompok nelayan China itu telah mengajukan gugatan sipil di pengadilan di bagian timur Kota Qingdao. Mereka meminta perusahaan yang berbasis di Houston, AS itu membayar ganti rugi sebesar 30 juta yuan (US$ 4,7 juta) atau sekitar Rp 42 miliar kepada lebih dari 200 nelayan yang hidup disana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ConocoPhillips tidak bisa diminta komentarnya tentang masalah ini.
Kelompok pecinta lingkungan dan nelayan lokal telah menuding perusahaan AS dan rekannya CNOOC menutupi tumpahan minyak itu pada awalnya. Tumpahan minyak ditemukan pada awal Juni namun pengumuman ke publik baru diberikan sebulan kemudian.
Baik ConocoPhillips maupun CNOOC membantah tudingan tersebut. Conoco mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan para pejabat secepatnya setelah insiden itu terjadi di Bohai Bay di Timur Laut China.
"Setiap tumpahan minyak, tidak peduli seberapa banyak adalah terlalu besar," jelas ConocoPhillips dalam pernyataan di situsnya.
Sedangkan CNOOC bulan lalu mengatakan, semua gangguan telah diidentifikasi dan diperbaiki.
(qom/dnl)










































