Waduh! RI Masih Impor Rempah-rempah

Waduh! RI Masih Impor Rempah-rempah

- detikFinance
Jumat, 18 Nov 2011 17:53 WIB
Waduh! RI Masih Impor Rempah-rempah
Jakarta - Sejak zaman VOC Indonesia dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Kini, pamor itu terus luntur karena faktanya Indonesia masih bergantung dengan rempah-rempah impor.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyatakan dari hasil pembicaraan di kongres Dewan Rempah Indonesia terungkap bahwa pertumbuhan impor rempah-rempah Indonesia lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekspornya.

Pada tahun 2009, ekspor rempah Indonesia sebesar US$ 796 juta, tahun 2010 sebesar US$ 1,165 miliar. Sementara untuk tahun ini hingga Agustus 2011 baru mencapai US$ 853 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai akhir tahun diperkirakan ekspor rempah kita bisa mencapai US$ 1,2-1,3 miliar," ujar Bayu dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (18/11/2011).

Untuk impor rempah, lanjut Bayu, pada tahun 2009, sebesar US$ 409 juta, pada tahun 2010 sebesar US$ 539 juta, sedangkan pada tahun ini hingga Agustus 2011 sudah menembus US$ 653 juta. Diperkirakan hingga akhir tahun, impor tersebut mencapai US$ 750-800 juta.

"Kondisi ini memperlihatkan bahwa ekspor meningkat tapi impor rempah meningkat lebih pesat. Gambaran ini menunjukkan bagaimana pentingnya pasar domestik, kita harus betul-betul menjaga pasar ini. Ini artinya ada permintaan besar di dalam negeri," ungkapnya.

Padahal menurut Bayu, di Indonesia terdapat 1100 jenis tanaman rempah. Sayangnya, jenis rempah yang telah didokumentasikan baru 200 jenis rempah. "Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan rempah, cerita dulu negara-negara lain mencari rempah di Indonesia," ujarnya.

Menurut Bayu, pemerintah harus mempertahankan dan memperkuat produktivitas komoditas rempah-rempah. Selain itu, perlunya intermediate industri sehingga rempah-rempah ini dapat berperan besar di tanah air dan adanya kebijakan impor.

"Ini fokus kita, ini yang harus kita lakukan langkah-langkah untuk menangani itu," tandasnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads