SBY: Kerjasama Ekonomi Jangan Tumpang Tindih

SBY: Kerjasama Ekonomi Jangan Tumpang Tindih

- detikFinance
Sabtu, 19 Nov 2011 13:33 WIB
SBY: Kerjasama Ekonomi Jangan Tumpang Tindih
Nusa Dua - Banyak negara yang menjadi anggota di berbagai forum kerjasama multilateral bidang ekonomi yang belakangan ini banyak bermunculan. Keanggotaan silang dan berbagai kesepakatan yang dihasilkan oleh forum-forum tersebut, hendaknya bisa saling mengisi dan benar-benar mendatangkan manfaat nyata kepada warga masyarakat.

Demikian dikatakan Presiden SBY ketika membuka East Asia Summit (EAS) 9 di Bali Internasional Convention Center, Nusa Dua, Bali, Sabtu (19/11/2011). Sebagai anggota forum ini adalah juga anggota dari G20 dan APEC yang beberapa pekan sebelumnya menggelar KTT masing-masing di Cannes, Perancis, dan Hawaii, AS.

"Ada kritik terhadap kita terkait banyaknya multilateral regional grouping yang menandai berkembangnya arsitektur dunia bermuncul dalam tahun-tahun terakhir. Ada EAS, G20, APEC dan lain sebagainya. Mari kita pastikan semua membawa manfaat riil bagi rakyat dan tidak tumpang tindih," ujar SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden SBY mengingatkan, semua negara anggota EAS berkewajiban moral melakukan tindakan nyata untuk mencapai tujuan kemakmuran nasional, regional dan global. Dengan jumlah total penduduk yang mencapai 3,8 miliar, tentunya bukan pekerjaan mudah memenuhi kebutuhan pangan, energi dan air yang merupakan syarat utama tercapainya kemakmuran tersebut.

Di sisi lain, kekuatan ekonomi seluruh anggota EAS diperkirakan mencapai US$ 3,3 triliun, atau setara dengan separuh total GDP dunia. Bila kekuatan tersebut disatukan secara efektif, diyakini mampu membentuk dampak krisis finansial di Eropa yang menimbulkan kesulitan dan ketidakpastian ekonomi dunia di samping masalah ketahanan energi, pangan, dan perubahan iklim.

"Kalau kekuatan ekonomi sesungguhnya ini disatukan dan digunakan, akan membawa perubahan pada ekonomi global," sambung SBY.

Ada empat agenda pokok yang akan dibahas dalam dua sesi pertemuan sepanjang hari ini. Mulai dari memperkuat lagi ekonomi Asia Timur, membangun dan meningkatkan secara nyata ketahanan pangan dan energi sekaligus mengatasi dampak perubahan iklim serta menanggulangi ancaman terorisme, bencana alam dan kejahatan lintas negara.

"Keempat, upaya bersama untuk memelihara perdamaian, keamanan dan stabilitas sebagai prakondisi penciptaan kemakmuran bangsa-bangsa di kawasan ini," tegas SBY.

Seluruh pemimpin ASEAN mengikuti East Asia Summit yang merupakan kelanjutan dari KTT ASEAN dan KTT ASEAN+3. Mereka adalah PM Hun Sen (Kamboja), PM Thongsing Thammavong (Laos), PM Dato Mohd Najib bin Tun Abdul Razak (Malaysia), Presiden Thein Sein (Myanmar), Presiden Benigno Aquino (Filipina), PM Lee Hsien Loong (Singapura).

Peserta lainnya adalah PM Wen Jiabo (China), PM Julia Gillard (Australia), Menlu Murray Mc Cully (mewakili PM Jhon Key, NZ), PM Manmohan Singh (India), PM Yoshihiko Noda, Presiden Lee Myun-bak (Korea), Menlu Sergei Lavrov (mewakili Presiden Dmitry Medvedev, Rusia) dan Presiden Barrack Obama (AS). Turut hadir Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

(lh/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads