"Ternyata BUMN itu baru mengerjakan 10% proyek nasional. Saya pikir raksasa BUMN, swasta yang (jumlahnya) sekian ribu 20%, sisanya asing. Cukup memprihatinkan kita," katanya di kantor PT Adhi Karya Tbk (ADHI), Pasar Minggu, Jakarta, Senin (21/11/2011).
Dahlan menyatakan, hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Para BUMN karya harus mampu meningkatkan kemampuan dan merebut porsi proyeknya menjadi lebih besar. Perebutan ini tidak harus membunuh perusahaan swasta lokal, akan tetapi targetnya para perusahaan-perusahaan asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuannya itu nanti, Dahlan bersama BUMN karya akan mencari celah proyek-proyek mana saja yang bisa diambilalih dari perusahaan asing. Setelah itu, mereka akan merumuskan cara untuk masuk ke proyek-proyek tersebut.
"Itu akan kita invetarisasi mana-mana saja sebetulnya proyek asing yang bisa kita kerjakan. Rumuskan bagaimana menyiapkan diri untuk bisa merebut itu," pungkasnya.
(ang/hen)










































