"Moratorium TKI ke Arab agar jadi pembelajaran. Mereka krisis tenaga kerja sekarang," ungkap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2011).
Ditambahkan juga oleh Muhaimin, moratorium ini juga merupakan pembelajaran bagi tenaga kerja RI agar hati-hati. Pria yanh akrab disapa Cak Imin ini mengimbau agar TKI yang ingin berangkat harus siap mental dan fisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum PKB ini menambahkan kedepan TKI yang diberangkatkan ke negara manapun harus dilengkapi dengan sertifikat. Dan tidak lupa dibekali oleh beberapa pembelajaran mengenai kultur negara tersebut.
"Kita perketat semua. Tidak boleh ada yang berangkat yang tanpa sertifikat. Ini gunannya adalah TKI yang berangkat harus mengerti kultur negara setempat dan hukum yang keras," jelasnya.
"Di Arab sudah tahu semua hukumannya pancung. Makanya harus ekstra hati-hati," imbuh Cak Imin.
Muhaimin mengatakan, saat ini ada dua TKI yang 'terancam' dihukum pancung. Pemerintah terus melakukan lobi-lobi agar kedua TKI tersebut tidak sampai dijatuhi hukuman tersebut.
"Yang rawan (pancung) ada dua orang. Tuti Tursilawati dan Satinah dari Ungaran. Saya sudah ketemu Menteri Agama di sana, saya ketemu tokoh Agama, saya juga datangin pihak-pihak yang berpengaruh dan Presiden sudah menyampaikan surat, dan terhubung dengan raja agar raja membujuk keluarga," papar Muhaimin.
(dru/dnl)










































