"Kita sudah lakukan mediasi, mendorong pertemuan bipartit terakhir kita adakan pertemuan di Timika, secara segitiga antara Pemerintah, Freeport dan pekerja," ungkap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2011).
"Terakhir yakni Menteri ESDM yang turun tangan. Saya berharap ada kerangka persamaan angka ada yang minta US$ 4 per jam sementara perusahaan tetap di US$ 2 per jam ini harus ada titik temu," jelas Muhaimin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"US$ 4 per jam dengan tambahan jaminan yang diberikan perusahaan kepada pekerja itu paling tepat," tambahnya.
Lebih jauh ia berharap, Kemnakertrans mewakili pekerja untuk mendorong Kementerian ESDM proaktif terus agar masalah bisa selesai sehingga tidak mengganggu operasional perusahaan. Freeport juga diminta untuk memenuhi tuntutan karyawan tersebut.
"Atas nama pekerja mendorong ESDM agar pro aktif agar freeport juga mau. Sehingga masalah selesai," tukasnya.
Menteri ESDM Jero Wacik sebelumnya mengatakan sampai saat ini belum ada kesepakatan antara Freeport dan karyawannya soal gaji. Pemerintah berharap masalah ini segera diselesaikan sehingga tambang emas Freeport kembali beroperasi normal.
"Karyawan minta awalnya US$ 35/jam sekarang sudah (turun) sampai US$ 4/jam tuntutan karyawan. Dari manajemen Freeport juga sudah naik dari US$ 2,1/jam menjadi US$ 3,09/jam," tutur Jero.
(dru/dnl)











































