Melihat hanya aparat Bea Cukai laku-laki yang hadir dalam rapat, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKB Masitah mengungkapkan perlunya perempuan dalam instansi tersebut, karena menurutnya perempuan lebih jujur dibandingkan laki laki.
"Karena perempuan lebih jujur dibandingkan laki-laki, dan juga lebih teliti dan lebih telaten," ungkapnya dalam rapat dengar pendapat bersama di ruang Komisi XI DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malinda tidak salah. Dia kan merayu pejabat-pejabat yang belum tentu benar," kilahnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis juga turut berkomentar.
"Jujurnya perempuan lugu kalau jujurnya laki laki canggih," ungkap Harry yang disambut gelak tawa anggota rapat.
Sementara Ditjen Bea Cukai Agung Kuswandono mengatakan Ditjen Bea Cukai mempunyai pegawai perempuan, meskipun jumlahnya tidak sebanyak yang laki-laki.
"Kepala Kantor di (bandara) Soekarno-Hatta perempuan, atase di Brussel perempuan," ujarnya.
Saat ini, pihaknya tengah berupaya memperbanyak aparat perempuan karena dalam pemeriksaan di bandara, tidak boleh pemeriksa penumpang perempuan dilakukan oleh laki-laki.
"Kami mengusulkan karena ada urgency untuk memiliki pegawai perempuan terutama untuk tugas-tugas khusus yang berkaitan dengan penumpang perempuan, dengan front office, yang selama ini kita rasakan sangat kurang," ujarnya.
Saat ini, lanjut Agung, perbandingan pegawai perempuan dengan laki-laki sebesar 20:80. Untuk itu, tahun depan dia meminta penambahan pegawai perempuan sebanyak 200 orang kepada Kementerian Keuangan.
"Kita sudah minta ke kementerian, sekjen, untuk bisa kalau rekrutmen ke depan dapat menambah perempuan, minimal ancar-ancarnya 200 orang. Tapi bukan berarti 200 sudah cukup karena kan terus berkembang, nanti kita refresh lagi tapi sementara ini yang jelas masih kurang yang putrinya kita akan tambah jangka pendek 200 dulu," pungkasnya.
(nia/dnl)










































