Rencana penambahan frekuensi penerbangan itu tertuang dalam kesepahaman antara manajemen Silk Air dengan Pemda NTB. Hal ini juga tidak terlepas dari beroperasinya Bandara Internasional Lombok sebulan lalu.
Awal pekan ini, Wakil Gubernur NTB Badrul Munir bertemu dengan manajemen Silk Air yang dipimpin Direktur Utama Silk Air Malvin Tan di Singapura, membicarakan penambahan frekuensi penerbangan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini kata Badrul, Silk Air melayani penerbangan langsung Singapura-Lombok hanya tiga kali dalam sepekan. Peningkatan frekuensi penerbangan, karena Silk Air memperhitungkan penambahan arus penumpang menyusul operasinya Bandara Internasional Lombok.
Menurut rencana, kata Badrul, awal Desember ini, manajemen Silk Air akan datang ke Mataram mematangkan rencana. "Rencana penambahan penerbangan akan langsung terealisasi setelah mereka datang ke Mataram mematangkan itu awal Desember ini," katanya.
Bandara Internasional Lombok mulai beroperasi pada 1 Oktober 2011, berlokasi 40 kilometer arah timur Kota Mataram. Bandara ini diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bandara baru ini menggantikan Bandara Selaparang yang sudah overload penumpang.
Bandara Selaparang hanya memiliki kapasitas penumpang 850 ribu orang setahun. Tapi di penghujung 2011 ini, tercatat sudah 1,2 juta penumpang yang wara-wiri menggunakan jasa bandar udara itu. Sementara Bandara Lombok yang baru, didesain mampu menampung tiga juta penumpang setahun.
Selain Silk Air, pada pertengahan Desember nanti, dijadwalkan juga pembukaan rute baru yakni Kualalumpur-Lombok, yang akan dilayani Air Asia.
Selama ini rute Kualalumpur-Lombok harus transit lebih dulu di Surabaya yang dilayani Merpati Airlines dan transit di Jakarta yang dilayani Garuda Indonesia.
"Air Asia rute Kualalumpur-Lombok, akan mulai pada 17 Desember 2011, bersamaan dengan hari ulang tahun NTB," jelasnya.
(hen/hen)










































