Demikian dikatakan Presiden SBY saat membuka rapat aksi antisipasi dampak perubahan iklim. Rapat berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (25/11/2011).
"Tidak berlebihan bila kita lakukan antisipasi. Anggarannya kita akan siapkan anggaran darurat untuk mengatasi bencana alam," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir dalam skala besar seperti itu, dikhawatirkan mengganggu produksi pertanian dan pangan. Industri manufaktur, jasa dan juga pelayanan publik, bisa lumpuh," papar SBY.
Mengantisipasi kemungkinan yang terburuk dari bencana banjir, perlu aksi nasional dengan melibatkan jajaran pemerintahan hingga ke tingkat paling bawah. Terutama melibatkan peran aktif masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan.
"Kalau masyakarakat tidak diajak serta, sulit. Maka pemberitahuan harus yang efektif, agar mereka juga tidak merasa diburu-buru mengatasi banjir," sambung SBY.
Sebelumnya, Dirjen Sumber Daya Air Mochammad Amron mengatakan tahun depan pemerintah menyiapkan dana hingga Rp 6 triliun untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Setidaknya ada lima sungai yang akan direhabilitasi untuk mengurangi potensi banjir.
(lh/dnl)










































