"Jika imbal hasil surat utangnya tetap setinggi ini dalam jangka waktu yang lama, ini akan berimbas negatif ke sektor finansial juga pertumbuhan ekonomi," kata Komisaris Ekonomi Komisi Eropa Olli Rehn dikutip dari AFP, Sabtu (26/11/2011).
Menurut Rehn, tingkat bunga surat utang Italia ini benar-benar mengkhawatirkan. Fenomena lonjakan bunga ini juga sudah menyebar ke seluruh Eropa, contohnya terjadi di Prancis dan Jerman belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rehn pun sudah meminta Perdana Menteri Italia Mario Monti bersama tim pemerintahan barunya untuk menyusun langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka reformasi ekonomi.
"Italia sedang dilanda masalah yang berat. Sangatlah penting untuk memberi sinyal positif kepada pasar dan masyarakat dengan kebijakan reformasi yang ambisius," katanya lagi.
Dalam penjualan surat utang sebelumnya, Italia meraup dana sekitar US$ 13,2 miliar atau setara Rp 118,8 triliun, tapi dikenakan bunga yang cukup tinggi yaitu 6,504% untuk surat utang berjangka waktu enam bulan dan 7,814% untuk yang dua tahun.
Tingkat surat utang ini dinilai berbahaya dan bisa menghancurkan negara asal produsen Ferari itu hanya dalam hitungan bulan.
(ang/ang)










































