Atas tindakan tersebut, Chavez mengancam akan mengambil alih Parmalat. Bubuk susu seberat 210 ton ditemukan oleh otoritas Venezuela di negara bagian Merida di barat laut.
"Kami mengindentifikasi perusahaan swasta, Parmalat yang memonopoli suplai susu," ujar Chavez dalam sidang kabinet yang disiarkan langsung televisi nasional dan dilansir AFP, Senin (28/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait tudingan Chavez tersebut, Parmalat, perusahaan yang dikontrol oleh Lactalis menyatakan stok bubuk susu sebenarnya diberikan oleh pemerintah, untuk menghadapi kekurangan.
Namun Chavez dengan marah membantahnya dan mengatakan Parmalat akan menjadi subyek investigasi mendalam.
Temuan ini muncul setelah Pemerintah Venezuela pekan lalu mengeluarkan sebuah UU baru yang bisa mengatur harga barang-barang dan jasa ke dalam sistem kontrol harga untuk melawan lonjakan inflasi.
Pada Jumat lalu, Chavez mengancam akan menasionalisasi dan mengambil alih bisnis yang tidak mematuhi UU baru terkait barang dan jasa, terutama para peritel yang diklaim menimbun makanan pokok guna mendorong kenaikan harga.
"Kaum borjuis, kelas menengah... para penimbun harus memiliki kerjasama terbaik atau kami akan menegakkan hukum," tegaz Cahez.
"Saya akan memimpin orang-orang yang melakukan itu dan kami akan datang dan mengambil alih pabrik dari bisnis-bisnis ini dan akan melakukan nasionalisasi apapun yang harus kami lakukan, tapi mereka tidak akan pergi dengannya," ujar Chavez.
Presiden Chavez yang sedang berjuang melawan kanker itu memang sedang berperang melawan inflasi di negara tersebut. Pada Oktober lalu, inflasi di Venezuela mencapai 1,8%, sehingga inflasi year on year mencapai 26,9%, sementara inflasi tahun kalender dari Januari-Oktober 2011 mencapai 22,7%.
Inflasi di Venezuela terutama didorong oleh kenaikan jasa pendidikan serta harga makanan dan minuman.
(qom/qom)











































