"Tidak betul itu, saya sudah dapat laporan dari Pak Djoko (Menteri Pekerjaan Umum DJoko Kirmanto), yang ditubruk itu jembatan satu lagi (Mahakam I)," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (28/11/2011).
Saat ini, lanjut Hatta, pihaknya tengah menunggu hasil investigasi Kementerian PU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah antisipasi agar tidak terulang kejadian tersebut, Hatta mengharapkan Kementerian PU dapat melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap seluruh jembatan di Indonesia.
"Yang namanya pembangunan apalagi sebuah jembatan, maintenance harus rutin, belajar dari daerah Kutai itu ada baiknya pemeriksaan. Tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan, karena kan kondisi dapat mengganggu seperti angin, arus, beban," tegasnya.
Namun, Hatta yakin meskipun jembatan tersebut tidak akan mengganggu mobilitas masyarakat untuk menyeberangi antar Kota Tenggarong dengan Samarinda. Pasalnya, ada jembatan lain yang dapat digunakan masyarakat untuk menyeberang.
"Kan ada jembatan juga, jadi tidak akan lumpuh sama sekali. Kan ada juga jembatan lain," pungkasnya.
Seperti diketahui, jembatan Kukar pada Sabtu (26/11/2011) runtuh dan hingga hari ini korban tewas yang ditemukan 12 orang. Sekitar 33 korban diperkirakan belum ditemukan.
(nia/qom)











































