Program tersebut selama ini telah dikembangkan oleh Alfamart di lebih dari 5.000 titik toko di seluruh Indonesia. Saat ini sedang mengembangkan hingga 90 ribu titik.
Gita berharap bedah warung ini bisa makin meluas di 33 provinsi dan 500 kabupaten/kota di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program ini sejalan dengan kekuatan perekonomian Indonesia yang selama ini telah disuarakan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia adalah kekuatan pasar domestik. "Pasar domestik kita sudah merupakan lebih dari 60% dari total pendapatan domestik bruto nasional," imbuh Gita.
Dikatakan Gita, apabila UKM dan pasar dalam negeri kuat, maka Indonesia tidak akan terpengaruh oleh guncangan perekonomian yang terjadi di luar khususnya AS dan Eropa saat ini.
"Semakin kita bisa berdagang satu sama lain semakin kita bisa mengisolasi diri kita sendiri dari pengaruh luar. Tentunya kami dari pemerintah lewat Kemendag sangat bersedia untuk membantu, mamfasilitasi kepentingan peningkatan kapasitas," kata Gita.
Selain bantuan perizinan, Gita juga akan mendorong pihak Kemendag untuk membantu UKM mendapatkan akses kredit. Karena banyak sekali pelaku UMKM yang sulit untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dari perbankan.
Ketua Umum Aprindo Pudjiyanto di tempat yang sama mengatakan pihaknya baru membedah 84 warung, dan meminta Kemendag sehingga program makin meluas.
Menurut Pudjianto siapa saja boleh mengikuti program ini selama memenuhi persyaratan yang ada seperti minimal telah berdagang sekurang-kurangnya adalah satu tahun.
Para UKM ini boleh mengajukan ke Aprindo kemudian setelah memenuhi persyaratan usaha mereka akan di survei kelayakannya. Jadi yang benar-benar mendapatkan program Bedah Warung adalah pedagang yang layak.
(dnl/ang)










































