Demikian hal itu disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Djamal dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Kamis (1/12/2012).
"Ternyata yang dikhawatirkan pemerintah bahwa ekspor akan jatuh seiring dengan krisis Eropa dan Amerika yang melanda tidak terbukti karena nilai ekspornya terus naik," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk ekspor negara Eropa secara keseluruhan juga meningkat dari US$ 1,4 miliar pada bulan September naik menjadi US$ 1,5 miliar.
Direktur Statistik Distribusi BPS Satwiko Darmesto menambahkan, rata-rata komoditas yang diekspor ke dua wilayah tersebut adalah komoditas energi seperti batubara. Hal ini guna memenuhi kebutuhannya dalam musim dingin serta tetap menjalankan industrinya.
"Rata-rata bahan baku seperti batu bara, CPO, biji nikel karena baju kan masih bisa ditunda tapi bahan baku supaya parik tetap jalan kan tidak bisa ditunda, jadi ekspor kita ke negara ini jalan terus meskipun ada krisis," punggkasnya.
(nia/ang)










































